GOLDEN RING AWARD

Tingkat persaingan dan pertumbuhan pada industri telekomunikasi bergerak khususnya dari sisi operator dan handset memberikan gambaran betapa bidang ini telah memberikan warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat. Hal ini ditambah dengan sambutan media, yang secara khusus memberikan perhatian pada industri telekomunikasi bergerak. Hampir semua media umum kini memiliki rubrik khusus yang membahas mengenai industri dan produk-produk ponsel.

Selain itu tumbuh juga media-media yang pembahasannya mengkhususkan diri pada ulasan seputar industri seluler dan produk ponsel. Para wartawan media-media khusus tersebut dan juga media umum yang menangani desk IT dan telekomunikasi pada akhirnya dituntut untuk memahami dan mengetahui keunggulan dan kelemahan berbagai produk yang ada di pasaran, demi memberikan informasi yang objektif bagi pembacanya. Continue reading

EBITDA

tajuk23-ebitda.jpgMenurut Dr. Nuzul Achjar dari LPEM-UI, tarif di Indonesia belum kompetitif akibat tidak adanya persaingan yang efektif di industri selular. Salah satu indikasi bahwa persaingan di Indonesia belum berjalan efektif bisa dilihat dari EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization) operator yang tinggi. “Profit yang tinggi mengindikasikan performance pasar yang buruk,” ujarnya.

Jika dilihat dari EBITDA masing-masing operator, Telkomsel yang tertinggi. Per September 2006, EBITDA Telkomsel mencapai Rp 15 miliar. Angka ini tiga kali lipat dari EBITDA Indosat, dan hampir lima belas kali lipat EBITDA XL. Rasio EBITDA terhadap pendapatan tahun 2006 adalah 73% untuk Telkomsel, 58% untuk Indosat, dan 57 persen terhadap rasio.

EBITDA yang tinggi bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya, efisiensi yang tinggi atau karena kekuatan pasar (market power) yang dimiliki. Dari hasil kajian akademis Institute for Development of Economics and Finance (Indef), EBITDA yang tinggi di industri selular bukan karena faktor efisiensi yang tinggi, melainkan akibat kekuatan pasar yang dimiliki oleh perusahaan dalam menetapkan harga.

Continue reading

ANTARBENUA

europe.jpgMichael Mace, seorang konsultan pemasaran pada Rubicon Consulting menulis dalam Blog-nya: “In the US, a cellphone is a tool. In Europe, a mobile phone is a lifestyle”. Lebih lanjut secara agak “iseng” ia menggambarkan perbedaan karakteristik penggunaan ponsel di Amerika Serikat (AS) dengan Eropa.

Di Eropa ponsel disebut “mobile” (dari kata “mobile phone). Orang misalnya akan berkata “I’ll ring your mobile.”. Sedang di AS, ponsel disebut “cellphone”. Misalnya “I’ll call your cell.”. Di Indonesia, nama yang paling populer adalah handphone.

Perusahaan yang menyediakan layanan telepon di AS disebut “carrier” sedang di Eropa disebut “operator”. Kita di Indonesia mengikuti Eropa sebagaimana kita mengadopsi teknologi GSM-nya, dengan menyebut juga operator.

Orang Eropa juga menempatkan posisi ponsel sangat tinggi dalam pergaulan di masyarakat. Ponsel merupakan pusat perkembangan teknologi. Sedang orang Amerika memandang ponsel memang penting, namun komputer dan Internet masih dominan pegang peranan dalam perkembangan teknologi.

Orang Eropa memandang bahwa ponsel merupakan pernyataan diri dan gaya mereka. Ponsel susah sangat fashion dan memiliki ponsel sama dengan pilihan pakaian yang dikenakan. Orang AS , meski memproduksi RAZR yang ditahtai berlian, namun secara umum kurang mengidentifikasikan ponselnya dengan fashion.

Continue reading

FINLANDIA

Negara mana yang kualitas pendidikannya paling juara di dunia? Finlandia. Jepang dan Korea membuntuti di nomor-nomor berikutnya.

Urutan tersebut didasarkan atas hasil survei Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2003 dalam program bernama Program for International Student Assessment (PISA). Program ini melakukan tes atas 265.000 anak usia 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains.

Finlandia menduduki ranking pertama dalam bidang membaca, nomor 4 dalam bidang matematika, dan nomor 3 dalam bidang sains. Jepang nomor 1 dalam bidang matematika, nomor 2 dalam bidang sains, dan sayangnya melorot di urutan 8 dalam bidang membaca. Korea juara pertama dalam bidang sains, nomor 2 dalam bidang matematika, dan sayangnya hanya menduduki nomor 6 dalam bidang membaca.

Continue reading

Q1 2007

Pada kuartal 1 tahun 2007 ini, Sony Ericsson membukukan penjualan yang bergairah. Selama itu perusahaan ini mampu menjual 21,8 juta unit ponsel. Jumlah tersebut naik 63 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu, ketika mereka hanya berhasil melego 13,3 juta unit ponsel.

Sementara itu Motorola malah mengumumkan bahwa mereka mengalami kerugian sebesar 90 juta dolar. Pangsa pasarnya yang pada kuartal pertama tahun 2006 lalu tercatat sebesar 22 persen, kini terpangkas menjadi 17,5 persen.

Bicara soal pangsa pasar, Sony Ericsson juga mencatat penurunan tipis dari 9 persen pada Q1 tahun 2006 menjadi hanya 8 persen pada Q1 tahun 2007 ini. Posisinya di pasar dunia masih berada di jajaran empat besar di antara Samsung pada posisi ketiga dan LG pada posisi kelima.

Continue reading

BOCAH

editorial2.jpgAnak-anak dan remaja kini menggunakan ponsel mereka sebagai alat utama untuk berhubungan dengan orang lain. Menurut survei yang diselenggarakan oleh Wireless Forum, Mobile Youth ’06, bocah umur 5-19 tahun makin banyak yang menggunakan ponsel sebagai alat untuk membuat jejaring sosial. SMS merupakan media yang paling banyak digunakan untuk berinteraksi dengan teman dibanding pengunaan panggilan telepon suara biasa.

 

Di Inggris, sebuah laporan dari The Carphone Warehouse and The London School of Economics pada September 2006 mengungkapkan bahwa:

  • 90% bocah berumur 12 tahun memiliki ponsel
  • Lebih dari 50% bocah umur 10 tahun memiliki ponsel
  • 70% bocah yang disurvei menyatakan bahwa ponsel membuat hidup mereka lebih baik
  • Ponsel merupakan sahabat baik baik anak perempuan dibanding buat anak laki-laki
  • 74% menggunakan ponsel terutama untuk SMS, 14% setia menggunakannya terutama untuk menelepon, 12% menggunakannya terutama untuk main game
  • Bocah umur 11-17 tahun rata-rata mengirim atau menerima 9,6 SMS per hari, dan melakukan panggilan atau menerima telepon 3,5 kali sehari
  • 11% bocah pernah dirampok ponselnya, namun 80% bocah merasa lebih aman ketika membawa ponsel saat keluar rumah, untuk kalangan anak perempuan angkanya lebih tinggi, yaitu 89%
  • 56% sadar bahwa memiliki ponsel membuat mereka akan menjadi sasaran kejahatan, namun hebatnya hanya 28% orang tua yang sadar bahwa putra-putrinya akan menjadi sasaran kejahatan
  • 36% anak perempuan menyatakan bahwa ponsel merupakan satu dari lima peranti elektronik terpenting, sedangkan hanya 17% anak lelaki yang menyatakan demikian
  • 42% bocah 15-17 tahun merasa tak dibutuhkan jika tak menerima setidaknya satu panggilan sehari

Continue reading

KEPRIBADIAN

topeng.jpgBerdasarkan survei yang dilakukan oleh Nielsen Media Research di Australia, merek-merek ponsel memiliki kalangan pengguna dengan karakteristik masing-masing. Karakteristik penggemar ponsel Nokia adalah orang yang: mengutamakan keluarga, manajer setengah baya, pendamba keseimbangan, sadar kesehatan. Penyuka ponsel Motorola umumnya adalah: fashion conscious, usia di bawah 24, pemburu kesenangan, dan individualistik. Bagaimana pengguna Sony Ericsson? Mereka adalah kalangan lelaki yang ambisius, profesional, mengejar kesuksesan, dan individualistik.
Sedang ponsel LG merupakan idaman ibu-ibu atau orang tua yang tinggal di rumah saja, sukses, dan pencari keserasian. Penggemar ponsel Samsung rata-rata merupakan wanita muda yang fokus pada karir, pengejar kesuksesan, dan pemburu kesenangan.

Dane Maddams, 21, warga Sydney, setuju bahwa orang bisa “dibaca” berdasarkan ponselnya. “Hari gini, apa yang Anda kenakan menggambarkan siapa Anda,” Pak Maddams. “Dan ponsel adalah aksesoris pakaian.”
Maddams ini memiliki ponsel Sony Ericsson K800i dan mengakui bahwa dia dapat digambarkan sebagai seorang muda yang ambisius. “Saya jelas bukan wanita setengah baya,” katanya seraya menunjuk ponsel lain yang cocok untuk kalangan wanita setengah baya itu.

Continue reading