Hoax: Sinyal Inframerah Mematikan

Apakah menerima HP bisa menyebabkan kematian gara-gara sinyal inframerahnya? Mungkin Anda khawatir berat setelah menerima pesan berantai berikut ini:

Mengenai “Ring In Red” yg terjadi di banyak negara, KepDik WHO “Prof.Dr.Adi Mok” tlah menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan ilmu hitam. Tapi radiasi infra merah yg sengaja dipancarkan secara berlebihan ke HP no dituju, yg memang benar dapat menyebabkan penerima tewas beberapa saat setelah mendengar telpon. Walaupun tdk dijawab, hp yg terletak dekat jg berbahaya, dapat menimbulkan penyakit perlahan seperti kanker. Sebaiknya kurangi pengaktifan/ pemakaian Hp sampai dinyatakan aman kembali oleh WHO dan hari ini jam 10 pagi diharapkan waspada karena Infra Merah akan disebarkan!!!! ini berita terbang tentang Virus HP, penting untuk dibahas. Tolong sampaikan kepada kawan2

Pesan berantai itu adalah SALAH alias HOAX!

Continue reading

Advertisements

Hack dan Kewajiban iPhone

iphoneinterface.jpgSemakin tinggi pohon, semakin kencang angin meniupnya. Semakin ngetop iPhone, semakin deras nafsu untuk meg-hack-nya. Hanya butuh waktu 3 hari saja, maka iPhone bisa di-hack. Hasilnya adalah password di master root bisa dibaca.

Bagaimana caranya? Hacker tersebut me-rename restore image yang merupakan file bawaan iPhone dengan memberi ekstensi zip dan kemudian diekstrak. File tersebut berisi dua disk image .dmg, yaitu image dari sistem yang terenkripsi dengan password dan image pengguna yang tidak terenkripsi. Dengan mengoprek image yang tak terenkripsi itu maka sang hacker bisa menemukan bahwa semua ponsel iPhone dipasarkan dengan password yang telah ditentukan sebelumnya di account mobile dan root. Yang terakhir ini adalah merupakan nama account administrasi tersembunyi pada sistem berbasis UNIX.

Sang hacker kemudian menggunakan program UNIX sederhana, yaitu string untuk mengekstrak sederet string karakter yang bisa dipahami manusia, dari image disk tersebut. Isinya adalah sederet account pengguna dan daftar password yang terenkripsi masing-masing (sama dengan file /etc/passwd pada sistem UNIX atau Linux). Lantas penemuan ini diumumkan ke milis Full Disclosure agar ada yang bisa menjalankan peranti penguak password populer John the Ripper pada password yang terenkripsi tadi. Hanya butuh 60 detik bagi posting itu untuk mendapatkan jawaban sekaligus menguak misteri kedua password tersebut, yaitu berupa kata yang terdiri dari enam karakter dalam huruf kecil (lower case).

Continue reading

KMIP

digitalfortress2.jpgLima tahun sebelum menerbitkan The Da Vinci Code yang menghebohkan itu, sebenarnya Dan Brown telah menelorkan karya yang berjudul Digital Fortress (yang sudah pula diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia mengikuti sukses The Da Vinci Code). Karya pertama tersebut bercerita tentang penyadapan informasi yang berseliweran di seluruh dunia oleh sebuah badan pemerintah Amerika Serikat yang disebut National Security Agency.

Badan ini diceritakan memiliki sebuah superkomputer terbesar di dunia dengan 3 juta chip prosesor di dalamnya. Bayangkan, komputer yang sedang dijajakan di pasaran saat ini saja masih dipropagandakan kepada kaum awam sebagai komputer yang memiliki dua prosesor di dalamnya. Dengan 3 juta prosesor di dalamnya itu, komputer yang dijuluki TRANSLTR ini mampu memecahkan sandi atau data yang dienkripsi dalam tingkat mana pun. Konon bahkan mampu memecahkan informasi yang disandi dengan enkripsi 64 bit hanya dalam waktu 12 menit, padahal komputer tercepat saat ini umumnya akan butuh bertahun-tahun untuk memecahkannya.

Dengan TRANSLTR, NSA mengintip dunia. Tak ada informasi digital di dunia ini yang mampu lolos jika dikehendaki untuk diintip oleh NSA. Tentu saja ini tidak sah karena menerobos hak privasi publik. Itulah mengapa keberadaan TRANSLTR ini dirahasiakan mati-matian. Sampai seorang mantan karyawan NSA korban bom atom kelahiran Jepang, Ensei Tankado, yang cacat namun sangat cerdas berjuang untuk menentang pengintipan informasi tersebut.

Continue reading

FLIGHT MODE

Bolehkah menggunakan telepon seluler di udara selama penerbangan? Meski banyak kontroversi mengenai hal itu, namun majoritas otoritas penerbangan melarangnya. Pada umumnya kru pesawat akan mengingatkan hal tersebut menjelang take off dan menjelang touch down kembali mengingatkan untuk tidak menggunakannya bahkan selama taxiing menuju ke aerobridge (belalai) kalau ada.

Lagipula, pada ketinggian lebih dari 30 meter dari permukaan bumi saja, ponsel sudah sulit menangkap sinyal, apalagi pada ketinggian pesawat yang umumnya sekitar 11km.

Namun sebenarnya kita punya hak untuk tetap menggunakan ponsel kita, asalkan bukan untuk transmisi sinyal. Bukan untuk menelepon atau ber-SMS. Kita bisa menggunakan ponsel atau PDA-phone kita untuk fitur-fitur lain yang melengkapinya. Maklum, gadget sekarang ini bukan cuma punya kemampuan untuk berkomunikasi, melainkan juga untuk mengolah informasi dan hiburan. Jadi untuk mengusir rasa jenuh di pesawat, atau malah untuk melakukan kegiatan produktif di pesawat, kita punya hak untuk tetap menggunakan gadget kesayangan kita, baik untuk main game, potret-memotret, atau mengedit tulisan reporter kita.

Flight mode adalah kunci untuk semua itu. Flight mode, seperti namanya, memang dimaksudkan untuk kepentingan “membungkam” ponsel saat dalam penerbangan. Banyak ponsel yang sudah dilengkapi dengan menu ini, apalagi jika peranti Anda adalah PDA-phone. Jadi jika Anda suka beterbangan (maksudnya sering naik pesawat terbang) carilah fitur ini pada ponsel Anda.

Continue reading

JAMMING

Setiap kali Presiden Amerika Serikat, George W Bush, berkunjung ke suatu negara, pasti ia meminta jamming sinyal telepon seluler untuk daerah yang dikunjunginya. Ia memang paranoid terhadap teror bom, terutama dalam hal ini yang dipicu lewat ponsel. (Mungkin ia sadar diri sebagai presiden negara yang paling banyak punya musuh karena kebijakannya yang suka memusuhi.)

Padahal, di negeri Paman Bush sendiri, jamming sinyal seperti ini tidak bisa dilakukan secara sebarangan karena melanggar undang-undang. Di sana, barang siapa secara aktif kedapatan melakukan jamming, bahkan juga kedapatan “sekadar” membuat, memiliki, atau menjual alatnya akan didenda 11 ribu dolar atau penjara satu tahun.

Jamming aktif maksudnya adalah sengaja melakukannya di tempat publik yang bukan domain miliknya tanpa persetujuan resmi dari pemilik tempat. Beda dengan jamming pasif yang secara permanen melindungi tempat yang dimiliki seseorang dengan tujuan agar tidak ada sinyal keluar masuk tempat tersebut. Cara ini umumnya ditempuh oleh tempat-tempat ibadah, rumah sakit, bioskop, dan tempat-tempat lain yang membutuhkan ketenangan.

Continue reading