Bukan Hoax: Ada Emas di SIM Card dan HP!

prweb.comIni bukan hoax. Tahukah Anda bahwa logam emas merupakan penghantar elektonik yang bagus? Oleh sebab itu ia digunakan dalam berbagai rangkaian elektronik.

Nah baru-baru ini sedang dimulai heboh perburuan emas di peranti elektronik bekas. Heboh yang paling heboh terjadi pada perburuan SIM Card bekas. Ya, akibat jor-joran promosi operator seluler SIM card bekas terdapat di mana-mana.

Tingkat churn (ganti operator) di Indonesia sangat tinggi, sehingga sudah jamak jika kartu perdana dibeli hanya untuk digunakan sekali saja. Diambil pulsanya, setelah itu dibuang, ganti dengan kartu baru.

Coba simak artikel di Tabloid Sinyal edisi 41 Th IV 12-25 mei yang beredar mulai hari ini: Menurut seorang petinggi Telkomsel, persaingan yang ketat membuat tingkat churn sangat tinggi. Untuk mendapat pertumbuhan pelanggan 1,5 juta sebulan seperti saat ini, Telkomsel harus menjual 12 juta kartu perdana (starter pack – SP). Ini berarti, dari Telkomsel saja ada 10,5 juta kartu SIM yang dibuang begitu pulsanya habis. Belum lagi dari PT Indosat, Excelcomindo (XL), dan delapan operator komunikasi nirkabel lainnya, yang total sebulan bisa sampai 25 juta “kartu mati” yang kalau per kartu beratnya 2 gram, maka jumlahnya sekitar 50 ton.

Continue reading

Advertisements

Rahasia di Balik Larangan Menelepon di Pesawat

Menelepon secara seluler di pesawat masih merupakan sebuah kontroversi. Ada yang bilang sebenarnya tidak berpengaruh terhadap keamanan penerbangan. Oleh karenanya mulai banyak maskapai internasional yang mengijinkannya bahkan menyediakan layanannya di “board”. Tentu mereka sudah menguji kelaikannya dan nama-nama besar maskapai tersebut mau tak mau memberikan jaminan di depan.

Namun tak kalah banyak yang bilang benar-benar bisa mengganggu navigasi atau sistem komunikasi. Argumen yang ini memang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Dalam moda transportasi yang berisiko tinggi seperti pesawat terbang, soal keamanan adalah zero tolerance. Dan selama maskapai yang kita naiki tidak seyakin maskapai internasional yang mem-provide layanan telepon seluler/satelit, maka wajib hukumnya untuk mengikuti aturan main itu. Siapa tahu mereka memang mengalami masalah berat dalam soal interferensi peranti eletronik dan belum menemukan solusinya.

Continue reading

Lagak Gaya Berponsel di Sekitar Kita

blog35.jpgUngkapan bahwa ponsel sudah merasuk dalam kehidupan masyarakat sehari-hari mungkin sudah terdengar basi dan hilang makna. Oleh sebab itu, perlu dicari cara lain untuk mengungkapkannya. Lewat gambar, mungkin? Seperti yang kali ini Sinyal tampilkan? Baiklah, selamat menikmati gambar-gambar yang sanggup mengulum seribu kali nilai kata-kata. Kata-katanya sendiri tetap hadir, namun dengan ringan dan kadang malah tiada bermakna. Klik pada gambar untuk memerbesar!

Futsal dan Ponsel

futsalavatar2.jpgKali ini kita tidak bicara yang jauh-jauh, yang gede-gede, yang global-global, yang massif-massif, yang bikin dahi mengerenyit, yang jauh dari keseharian, yang mengawang-awang.

Kantor Tabloid Sinyal, yang “basodara” dengan Majalah InfoKomputer, Tabloid PCplus, dan Tabloid Rumah sedang demam futsal. Kami menggelar pertandingan “lucu tapi serius” antarbagian, dimulai sejak minggu terakhir Januari lalu.

Fun, adalah sensasi utama yang dirasakan oleh teman-teman di kantor ini. Terutama justru dirasakan oleh teman-teman yang belum pernah menginjak lapangan futsal sama sekali, meski sudah diseret-seret dan didorong-dorong bagaikan truk mogok untuk diajak ikut bermain rutin oleh para pemain tim utama yang sudah terbentuk sejak satu setengah tahun lalu. Maka tak heran jika rombongan para ceweknya juga ikut tergeletar oleh sensasi yang sama, dan minta dibikinin turnamen juga. Continue reading

Ngeblog Lewat Ponsel

[dari ponsel, GPRS, lapangan futsal]

wordpress-mobile-logo.jpgIni jamannya orang awam mendokumentasikan serpihan pemikiran. Baik untuk keperluan pribadi maupun sengaja dibiarkan dibaca umum. Dan Internet menyediakan kesempatan luas untuk menyimpan dan menyebarluaskan. Blog mengemasnya dalam rupa yang cantik dan mudah dikelola. Mudah, cepat, apik.

Ditambah dengan kemudahan untuk bisa berinternet di ponsel, maka keleluasaan membuat orang makin menjadi-jadi dalam mengeblog-ria.

Dan inilah saya, sedang Blogging, mengetik beberapa kata di ponsel, untuk Blog ini. Tak ubahnya seperti ketika saya Blogging di komputer. Nanti akan saya lanjutkan lagi di kantor. Sekarang sebaiknya di-publish dulu deh…

Continue reading

FLIGHT MODE

Bolehkah menggunakan telepon seluler di udara selama penerbangan? Meski banyak kontroversi mengenai hal itu, namun majoritas otoritas penerbangan melarangnya. Pada umumnya kru pesawat akan mengingatkan hal tersebut menjelang take off dan menjelang touch down kembali mengingatkan untuk tidak menggunakannya bahkan selama taxiing menuju ke aerobridge (belalai) kalau ada.

Lagipula, pada ketinggian lebih dari 30 meter dari permukaan bumi saja, ponsel sudah sulit menangkap sinyal, apalagi pada ketinggian pesawat yang umumnya sekitar 11km.

Namun sebenarnya kita punya hak untuk tetap menggunakan ponsel kita, asalkan bukan untuk transmisi sinyal. Bukan untuk menelepon atau ber-SMS. Kita bisa menggunakan ponsel atau PDA-phone kita untuk fitur-fitur lain yang melengkapinya. Maklum, gadget sekarang ini bukan cuma punya kemampuan untuk berkomunikasi, melainkan juga untuk mengolah informasi dan hiburan. Jadi untuk mengusir rasa jenuh di pesawat, atau malah untuk melakukan kegiatan produktif di pesawat, kita punya hak untuk tetap menggunakan gadget kesayangan kita, baik untuk main game, potret-memotret, atau mengedit tulisan reporter kita.

Flight mode adalah kunci untuk semua itu. Flight mode, seperti namanya, memang dimaksudkan untuk kepentingan “membungkam” ponsel saat dalam penerbangan. Banyak ponsel yang sudah dilengkapi dengan menu ini, apalagi jika peranti Anda adalah PDA-phone. Jadi jika Anda suka beterbangan (maksudnya sering naik pesawat terbang) carilah fitur ini pada ponsel Anda.

Continue reading

JAMMING

Setiap kali Presiden Amerika Serikat, George W Bush, berkunjung ke suatu negara, pasti ia meminta jamming sinyal telepon seluler untuk daerah yang dikunjunginya. Ia memang paranoid terhadap teror bom, terutama dalam hal ini yang dipicu lewat ponsel. (Mungkin ia sadar diri sebagai presiden negara yang paling banyak punya musuh karena kebijakannya yang suka memusuhi.)

Padahal, di negeri Paman Bush sendiri, jamming sinyal seperti ini tidak bisa dilakukan secara sebarangan karena melanggar undang-undang. Di sana, barang siapa secara aktif kedapatan melakukan jamming, bahkan juga kedapatan “sekadar” membuat, memiliki, atau menjual alatnya akan didenda 11 ribu dolar atau penjara satu tahun.

Jamming aktif maksudnya adalah sengaja melakukannya di tempat publik yang bukan domain miliknya tanpa persetujuan resmi dari pemilik tempat. Beda dengan jamming pasif yang secara permanen melindungi tempat yang dimiliki seseorang dengan tujuan agar tidak ada sinyal keluar masuk tempat tersebut. Cara ini umumnya ditempuh oleh tempat-tempat ibadah, rumah sakit, bioskop, dan tempat-tempat lain yang membutuhkan ketenangan.

Continue reading