Bukan Hoax: Ada Emas di SIM Card dan HP!

prweb.comIni bukan hoax. Tahukah Anda bahwa logam emas merupakan penghantar elektonik yang bagus? Oleh sebab itu ia digunakan dalam berbagai rangkaian elektronik.

Nah baru-baru ini sedang dimulai heboh perburuan emas di peranti elektronik bekas. Heboh yang paling heboh terjadi pada perburuan SIM Card bekas. Ya, akibat jor-joran promosi operator seluler SIM card bekas terdapat di mana-mana.

Tingkat churn (ganti operator) di Indonesia sangat tinggi, sehingga sudah jamak jika kartu perdana dibeli hanya untuk digunakan sekali saja. Diambil pulsanya, setelah itu dibuang, ganti dengan kartu baru.

Coba simak artikel di Tabloid Sinyal edisi 41 Th IV 12-25 mei yang beredar mulai hari ini: Menurut seorang petinggi Telkomsel, persaingan yang ketat membuat tingkat churn sangat tinggi. Untuk mendapat pertumbuhan pelanggan 1,5 juta sebulan seperti saat ini, Telkomsel harus menjual 12 juta kartu perdana (starter pack – SP). Ini berarti, dari Telkomsel saja ada 10,5 juta kartu SIM yang dibuang begitu pulsanya habis. Belum lagi dari PT Indosat, Excelcomindo (XL), dan delapan operator komunikasi nirkabel lainnya, yang total sebulan bisa sampai 25 juta “kartu mati” yang kalau per kartu beratnya 2 gram, maka jumlahnya sekitar 50 ton.

Continue reading

Advertisements

Kartu As Rp13 per Detik ke Semua Operator

Menjelang usianya yang ke 13 tahun (26 Mei 2008), Telkomsel memberlakukan biaya panggilan komunikasi yang semakin hemat bagi pelanggan Kartu As hanya Rp. 13/ detik ke semua operator sepanjang hari.


Manager Corporate Communications Suryo Hadiyanto mengatakan,”Sebagaimana upaya kami dalam
comply to regulation dengan melakukan penurunan tarif pada 1 April 2008 lalu, program ini juga ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat luas hingga pelosok untuk dapat menikmati produk telekomunikasi selular berkualitas dengan harga semakin terjangkau, jelas, dan mudah. Sekaligus meningkatkan teledensitas pengguna selular di Indonesia yang baru 30 persen dari jumlah penduduk.”

Continue reading

Solusi Damai Perang Tarif

Gambar atas menunjukkan sebuah foto konyol perang iklan dua operator GSM besar. Foto yang diambil di Medan ini menyebar ke mana-mana dan mewartakan kekonyolan perang tarif itu.

Foto kedua (bawah) menunjukkan ada sebuah merek handset yang memanfaatkan situasi perang iklan yang terus berkecamuk itu dengan sebuah solusi “damai”. Namun, penengah ini bukan datang dengan tulus untuk semata-mata ingin meredakan perang, solusi damai yang dia tawarkan buntutnya adalah jualan juga.

Cerdik, anyway. Sang penengah menawarkan ponsel GSM dual-on yang dijajakannya untuk mewadahi dua operator yang saling menawarkan solusi paling murah. Dengan dua SIM Card pada ponsel dual-on, maka kedua kartu dari kedua operator bisa disandingkan. Hehehe, makin ndagel aja jagad seluler kita…

Ada 11 operator di Tanah Air ini, masing-masing dengan tawaran menggiurkan masing-masing. Wahai pembuat handset, bisakan kau bikin ponsel dengan kemampuan memuat belasan kartu dan on bersamaan? Bikinin dong…

Sesudah Perang

Perang tarif yang sedang berlangsung seru (dan konyol) di kalangan operator saat ini sedikit banyak menunjukkan bahwa sudah makin sulit merengkuh pelanggan. Angka pengguna kartu memang baru mencapai 80an juta, masih seratus juta lebih pasar yang potensial bisa dimangsa. Namun pada tahap ini justru kita sudah berperang tarif, murah-murahan.

Perang pasti berakhir. How low can you go? Akan ada titik paling masuk akal tarif termurah. Setelah itu operator tidak bisa bergerak ke titik yang lebih rendah lagi. Pada saat itulah mereka akan diperas otaknya untuk mengeluarkan jurus-jurus mematikan yang mereka punya. Sebagian sudah sadar bahwa peperangan sebentar lagi akan bergeser kepada layanan pelanggan.

Continue reading

Call Center Award

Agak bingung awalnya, ketika kami menerima rilis-rilis dari berbagai operator yang bertema sama, dalam kesempatan yang beruntun. Temanya adalah bahwa mereka menerima Call Center Award 2008 untuk kategori telekomunikasi. Penghargaan ini diperoleh dari Center for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSL) dan Majalah Marketing.
Bagaimana mereka semua bisa beroleh penghargaan yang sama. Maka berpalinglah kami kepada pemberi penghargaan dan mendapati rincian yang seperti berikut ini (http://ccsl-customerscompany.com). Continue reading

Lagak Gaya Berponsel (2)

Lombok

tajuk36.jpgCuaca Lombok setelah bulan purnama di bulan kesepuluh penanggalan suku Sasak biasanya diliput oleh mendung dan hujan deras. Cuaca ini menjadi penanda alam bagi saat yang mereka tunggu-tunggu: munculnya nyale di bibir pantai. Nyale alias cacing ini konon berasal dari rambut Putri Mandalika yang bunuh diri demi ketentraman masyarakat. Maka setiap tahun, yang kali ini jatuh pada tanggal 27-28 Februari, masyarakat Sasak menyelenggarakan upacara untuk menangkap nyale tersebut, yang mereka sebut dengan “Bau Nyale” alias menangkap cacing.

Datangnya hujan sebagai pertanda baik juga dipercayai oleh banyak orang. Maka ketika “poolside party” di pinggir pantai Senggigi yang agendanya mendengarkan paparan dari Direktur XL, Pak Hasnul Suhaimi, mengenai kinerja XL tahun 2007 dan projeksi tahun 2008 ini diguyur hujan, para wartawan yang hadir tetap santai. Baru setelah hujan deras menghasilkan tampias ke mana-mana, ngobrol-ngobrol dilanjutkan di dalam restoran hotel Sheraton Senggigi.

Continue reading