Sesudah Perang

Perang tarif yang sedang berlangsung seru (dan konyol) di kalangan operator saat ini sedikit banyak menunjukkan bahwa sudah makin sulit merengkuh pelanggan. Angka pengguna kartu memang baru mencapai 80an juta, masih seratus juta lebih pasar yang potensial bisa dimangsa. Namun pada tahap ini justru kita sudah berperang tarif, murah-murahan.

Perang pasti berakhir. How low can you go? Akan ada titik paling masuk akal tarif termurah. Setelah itu operator tidak bisa bergerak ke titik yang lebih rendah lagi. Pada saat itulah mereka akan diperas otaknya untuk mengeluarkan jurus-jurus mematikan yang mereka punya. Sebagian sudah sadar bahwa peperangan sebentar lagi akan bergeser kepada layanan pelanggan.

Jurus penguasaan pasar menarik yang belum banyak diadopsi oleh operator di Tanah Air adalah dengan mempertajam segmentasi pelanggan, misalnya. Yang ada malah bahkan antarkartu keluaran satu operator sendiri saling memakan akibat ketiadaan segmentasi yang jelas. Berikut ini ada beberapa contoh menarik penawaran paket-paket (www.mobilepricing.com):

  • EMT (Estonia) dengan Paket Ibu. Ditujukan untuk ibu-ibu dengan anak di bawah satu tahun. Mereka juga menawarkan Paket Manula bagi yang berusia di atas 60 tahun yang boleh menikmati tarif yang flat sepanjang hari. Paket bagi para guru juga mereka sediakan.
  • Mobilkom (Austria) menawarkan paket untuk kaum tunarungu. Ada paket bulanan yang hanya seharga 5 euro namun sudah bisa menikmati telepon video dalam jaringan on-net secara tak terbatas. SMS bagi kaum ini juga didiskon sampai setengah harga menjadi hanya 7 sen per kirim.
  • KTF (Korea) menawarkan paket untuk wanita karir dan ibu rumah tangga. Mereka ini diberi gratis penggunaan data selama jam-jam berangkat kantor, antara jam 7 sampai 9 pagi. KTF juga memiliki kartu-kartu dengan segmentasi umur yang bervariasi: Bigi ( untuk remaja umur 13-18 tahun), NA (19 sampai 24 tahun), Drama (wanita 25-35 tahun), dan Main (untuk pebisnis usia 25 sampai 35 tahun).

***

What’s next? Akan ada apa setelah berbagai promosi yang menguras margin? Sudah menguras margin, promosi ini juga rentan menciptakan bom waktu kegeraman pelanggan yang terkena dampak buruk penuhnya jaringan. Jadi sepertinya setelah ini mereka akan disibukkan dengan pembersihan ranjau-ranjau yang mereka pasang sendiri akibat menurunnya kualitas layanan akibat pengabaian sesaat kualitas jaringan.

Masih banyak berbagai kemungkinan langkah survival operator seluler. Mereka pasti lebih ahli seperti ketika menciptakan akrobatik iklan tarif di media massa. Mereka juga pasti telah bersiap dengan sesuatu yang lebih bermutu daripada perang tarif. Intinya adalah harus tetap menyinyali dengan lebih berkualitas.

One Response

  1. Mudah2an perang selanjutnya ga ada yg jadi korban tewas yaa….hehehe…BTW, salam kenal yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: