HIBRIDA

jsh04.jpgKamera ponsel komersial pertama tercatat dikembangkan oleh Sharp Corporation dengan seri J-SH04. Produk ini dipasarkan oleh operator J-Phone (sekarang Vodafone) di Jepang pada bulan Desember 2000. Ponsel berkamera ini disertai dengan layanan untuk berkirim foto hasil bidikan melalui layanan e-mail J-Phone dengan fitur bernama Sha-mail yang berarti “picture mail”.
Sedang kamera ponsel yang pertama masuk ke Tanah Air adalah Nokia 7650. Waktu itu pemiliknya bisa bersombong ria karena bisa memotret di sebarang tempat dan langsung bisa memamerkan hasilnya, meski resolusinya masih sangat payah karena hanya berlevel VGA. Sampai hari ini masih ada teman di kantor yang memilikinya, namun sepertinya sudah jarang digunakan untuk memotret lagi karena bentuknya sudah bulukan. Pemiliknya tampaknya juga cukup tahu diri untuk tidak mengacung-acungkan miliknya tersebut karena bisa dikira koleksi museum Radya Pustaka palsu.
Sekarang ini kamera ponsel yang beredar minimal dipatok pada resolusi 1 megapixel. Sementara jajaran atasnya sudah mencapai 5 megapixel.
Tahun 2007 ini diperkirakan oleh Strategy Analytics bakal menandai tercapainya angka 1 miliar ponsel berkamera di seluruh dunia. Sedang pada tahun 2011 nanti, jumlahnya akan mencapai 120 miliar! Ketika itu sepertiga penduduk dunia akan memiliki ponsel kamera!
Siapa yang nyana fenomena ini? Siapa yang punya ide menghibridkan kamera ke dalam ponsel? Mungkin waktu itu dia ditertawakan temannya, bahkan dipergunjingkan oleh rombongan makan siang teman-temannya. Mungkin juga kita tidak bisa menyalahkan mereka yang cekikikan di belakang ketika ide ini dipresentasikan di rapat. Hibrida kamera ponsel di tahun 2000 itu wajar jika menjadi ide yang aneh. But it works!

***

Ketika mewawancarai seorang petinggi perusahaan handset di Singapura beberapa tahun lalu, Tukang Sinyal mencoba menanyakan pendapat tentang handset yang dilengkapi dengan TV namun tidak memakan pulsa. Konteksnya, ketika itu pejabat ini sedang mengibarkan wacana tentang mobile TV melalui jaringan 3G. Apakah handset yang dicangkoki TV Tuner dan tidak menggunakan jaringan seluler sebagai pelantar gambar ini menjadi ancaman bagi mobile TV gaya 3G yang mereka usung?
Namun apa lacur, ada kesan sepertinya pejabat ini malah belum pernah menemukan peranti TV yang dilengkapi tuner macam itu. Memang peranti ini umumnya diproduksi oleh pabrikan “kecil” dari negara-negara Asia dan tidak banyak mengumbar anggaran promosi. Jadi jawaban yang keluar cuma sekadar kecap tentang teknologi mobile TV dan progress proses penerapannya di berbagai negara.
Kini mungkin pejabat tersebut dibuat pusing karena sementara adopsi mobile TV masih seret, di pasar justru bermunculan berbagai handset yang bisa memutar TV TANPA PULSA, hanya BUTUH SINYAL saja. Ini sepertinya akan menjadi cangkokan fenomenal baru setelah kamera dan MP3 Player.

One Response

  1. Saya punya Hp Vodafone tapi bahasanya JEPANG ( HP nya seperti di gmmbar sampeyan cuman gak ada cameranya), Kira² gmn cara merubah bahasanya ? terus bisa gak di pake di Indonesia ?

    Makasih sebelume

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: