SYARAT

tajuk21-ringgo.jpgAgus Ringgo adalah aktor yang sedang naik daun. Suksesnya dimulai ketika membintangi film “Jomblo”. Kiprah terbarunya di layar lebar adalah ketika membintangi film “Maaf, Saya Menghamili Istri Anda”.

Selain itu ia membintangi iklan Esia yang isinya kritik pedas untuk operator lain yang menggunakan warna dasar merah, hitam, biru.

Operator dengan warna biru disindir karena bertarif Rp 5 per 30 detik tapi mahal di 2 menit pertama (suara latar: “Lima menit pertama, berattt!!”).

Operator merah memberi Rp 150 per menit namun hanya berlaku tengah malam (suara latar: Nelpon siapa jam segini? Hiiii….).

Operator dengan warna dominan hitam dilukiskan memberi bonus 3X dan terkenal dengan suara kanak-kanak: “Jujur nih…” (suara latar: Syarat kok nggak tamat-tamat!).

            Lalu, coba simak iklan Flexi yang memandang bahwa “Sesuai riset, rata-rata orang bicara 3 menit. Jadi “ngapain” diberi tarif murah untuk pembicaraan berjam-jam?”.

            Perang masih berlanjut. XL tak mau kalah, juga membuat sindiran-sindiran yang sama untuk operator lain. Seorang ibu guru digambarkan sedang mengabsen para murid yang hadir. Si Harus Satu Jam tak hadir. Si Daftar Berlima absen. Si Tengah Malam tidak nongol. Si Sabtu Minggu entah kemana. Tiba-tiba Ronald Extravaganza sok-sokan nongol dan protes karena tidak dipanggil. “Kamu siapa?” tanya Ibu Guru. “Saya Syarat Dan Ketentuan Berlaku,” tukasnya. Eh, malah Ronald diusir karena menurut Bu Guru “Ini kelas bebas.” Yang dimaksud adalah kartu bebas­-nya XL.

***

Kegelisahan awak redaksi Sinyal melihat perang tarif promosi operator yang ternyata mengandung banyak syarat di dalamnya menghasilkan tulisan “Jebakan di Balik Tarif Promosi” pada terbitan edisi 16, 3-16 Mei 2007. Entah karena terpicu oleh artikel tersebut atau sekadar koinsiden, saling buka aib pun kemudian menjadi hiruk-pikuk sehari-hari di media massa. Wujudnya adalah iklan yang dengan terang-terangan memarodikan produk operator lain seperti digambarkan di atas.

Ironisnya, mereka sebenarnya saling menyerang dengan tema yang sama, yang mereka ciptakan sendiri sebagai strategi promosi: “syarat dan ketentuan berlaku”. Lepas dari siapa yang bikin iklan, namun frase kocak “syarat kok nggak tamat-tamat” itu memang benar adanya.
 

[Tajuk Tabloid Sinyal ed 21/III, 26 Juli-8 Agustus 2007]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: