Hidup Asyik Dinavigasi

nokia6110nav.jpgDi kota Gombong, Jawa Tengah, ada sebuah terowongan rel kereta api yang menembus bukit. Cukup panjang sehingga jika dilewati siang hari, kereta akan mengalami “kegelapan” sesaat. Sesaat yang panjang.

Berapa panjangnya? Saya tak tahu pasti. Tapi suka saya jadiin mainan. Caranya? Dengan menghitung berapa detik yang dibutuhkan dari ujung ke ujung, lalu mengasumsikan kereta berjalan 60km/jam. Dari situ biasanya saya dapatkan hitungan sekitar 60 detik. Jadi, panjang terowongan itu kira-kira 1 km. Ada yang bisa mengonfirmasi panjang sebenarnya?

            Kalau salah ya maafkan saya. Berarti asumsi kecepatan kereta yang ngawur hehehe… Maklum lah, saya tidak punya akses untuk mengetahui kecepatan kereta sebenarnya. Di lokomotif suka ada panel digital yang menyala merah untuk menunjukkan berapa kecepatan kereta api saat itu. Namun, jarang sekali mendapat kesempatan untuk mengakses lokomotif hanya untuk mengetahui kecepatan kereta.

            Nah, beberapa hari lalu saya punya kesempatan untuk mengetahui kecepatan aktual kereta. Dari mulai kereta ngebut sampai melamban sampai berhenti bakal ketahuan (persis seperti lagunya Mata Band: “Oo, kamu ketahuan…”). Bukan, saya bukan nongkrong di lokomotif. Gerbong saya jauh dari lokomotif saat itu. Mau tahu?

            Saya memegang sebuah ponsel yang sedang hot di pasaran: Nokia 6610. Ponsel ini berjuluk sangat keren: Navigator. Sesuai namanya, kita bisa berharap memiliki seorang, eh, sebuah pendamping yang bertugas sebagai penunjuk jalan. Ponsel ini memiliki GPS dan dilengkapi dengan berbagai aplikasi baru yang menarik.

            Untuk ber-GPS ria, tak perlu susah-susah karena ada tombol shortcut langsung menuju ke sana, sebuah tombol berbentuk bintang di bawah layar tepat di tengah. Menu-menu dan indikator GPS biasanya dipenuhi dengan istilah-istilah teknis yang keren tapi cukup bikin pusing buat awam seperti saya. Namun Nokia menjadikannya cukup mudah bagi kita yang awam.

            Begitu memencet tombol Navigator, kita akan dibawa ke sebuah animasi bumi yang berputar dan berhenti di titik di mana koordinat kita saat itu dikenali. Begitu berhenti, segera layar zoom-in dan langsung menunjukkan sebuah peta kota di mana kita dideteksi oleh satelit GPS. Setelah berhenti sejenak, layar akan makin zoom-in ke skala yang besar dan fokus ke titik koordinat kita secara persis.

            Indikator lain menampilkan kecepatan dan fungsi Options. Nah indikator kecepatan inilah yang saya gunakan mengukur kecepatan kereta saya. Dan angkanya berkisar seputar 60km/jam. Kecepatan tertinggi yang saya catat mencapai 78km/jam. Asal pembaca tahu saja, karena terjadi serangkaian kecelakaan belakangan ini, PT Kereta Api Indonesia akhirnya menginstruksikan para masinisnya untuk mengurangi kecelakaan kereta yang mereka kemudikan. Memang jadi lama sampainya sih, tapi ya OK saja lah kalau demi aspek keselamatan.

            Pada fungsi Options, kita bisa melakukan banyak hal. Melakukan pencarian alamat, mengirim koordinat kita berada atau landmark ke orang lain melalui Bluetooth atau MMS, serta menyimpan koordinat tersebut.

            Malam itu, saya juga sempat menandai sebuah tempat di antara Gombong dan Purwokerto di mana saya seperti melihat sebuah bintang jatuh. Kemungkinan itu besar mengingat bulan Agustus ini memang bulan “meteor garden” alias banyak meteor berjatuhan. Koordinat tempat tersebut adalah: 7,6132 derajat Lintang Selatan dan 109,4878 derajat Bujur Timur. Berdasarkan menu Navigate yang ada dalam Options di menu Nokia Navigator, jaraknya dari Jakarta adalah 336 km.

            Di mana letak keasyikan mengetahui posisi-posisi seperti itu? Mungkin secara fungsional memang asyik. Misalnya jika ada teman yang sedang main ke Jogja dan bertanya tempat makan enak, kita bisa mengusulkan suatu tempat. Misalnya sebuah tempat makan yang berada di koordinat 7,792236 derajat Lintang Selatan dan 110,377556 derajat Bujur Timur. Saya tidak akan menyebutkan nama tempatnya, karena akan beraroma iklan. Selamat mencari sambil berpetualang saja…..
 

(F.X. Bambang Irawan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: