ANTARBENUA

europe.jpgMichael Mace, seorang konsultan pemasaran pada Rubicon Consulting menulis dalam Blog-nya: “In the US, a cellphone is a tool. In Europe, a mobile phone is a lifestyle”. Lebih lanjut secara agak “iseng” ia menggambarkan perbedaan karakteristik penggunaan ponsel di Amerika Serikat (AS) dengan Eropa.

Di Eropa ponsel disebut “mobile” (dari kata “mobile phone). Orang misalnya akan berkata “I’ll ring your mobile.”. Sedang di AS, ponsel disebut “cellphone”. Misalnya “I’ll call your cell.”. Di Indonesia, nama yang paling populer adalah handphone.

Perusahaan yang menyediakan layanan telepon di AS disebut “carrier” sedang di Eropa disebut “operator”. Kita di Indonesia mengikuti Eropa sebagaimana kita mengadopsi teknologi GSM-nya, dengan menyebut juga operator.

Orang Eropa juga menempatkan posisi ponsel sangat tinggi dalam pergaulan di masyarakat. Ponsel merupakan pusat perkembangan teknologi. Sedang orang Amerika memandang ponsel memang penting, namun komputer dan Internet masih dominan pegang peranan dalam perkembangan teknologi.

Orang Eropa memandang bahwa ponsel merupakan pernyataan diri dan gaya mereka. Ponsel susah sangat fashion dan memiliki ponsel sama dengan pilihan pakaian yang dikenakan. Orang AS , meski memproduksi RAZR yang ditahtai berlian, namun secara umum kurang mengidentifikasikan ponselnya dengan fashion.

Orang Eropa juga lazim menggonta-ganti ponsel, tidak seperti orang AS. Ini antara lain juga dibentuk oleh teknologi GSM yang memungkinkan mengganti ponsel dengan mudah, karena tinggal mencongkel keluar SIM Card GSM-nya untuk dipasang di ponsel baru. Saa juga dengan orang Indonesia.

Soal desain, ada semacam konsensus antara Amerika dan Eropa bahwa rancangan Eropa umumnya lebih bergaya, stylish.

Di Eropa, orang membenci ponsel dengan antena eksternal, sedang di Amrik, orang tak terlalu gelisah dengan antena luar tersebut. Mereka umumnya beranggapan bahwa antena eksternal judtru akan memperkuat penerimaan sinyal. Betapa fungsionalnya cara berpikir orang AS!

Banyak orang Eropa menyukai ponsel candybar. Namun orang Amerika justru menganggapnya terlalu sederhana dan murahan. Mereka lebih suka desain tangkup alias flip, sesuatu yang dibenci oleh umumnya orang Eropa.

Orang Eropa demen banget dengan SMS. Sebaliknya orang Amrik tak begitu menyukainya, meski kini generasi mudanya mulai tergila-gila SMS. Orang AS juga lebih demen chatting lewat Instant Messaging. Sekali lagi, masih lebih percaya pada PC.

Di AS, operator lebih “berkuasa” karena hubungan dengan pelanggan umumnya diikat dengan kontrak. Sedang di Eropa, sama seperti di Tanah Air, lebih banyak pelanggan yang pay as you go alias menggunakan kartu prabayar.

Ponsel lebih ngetop di Eropa disebabkan karena telepon rumahan lebih mahal, susah instalasinya, dan layanannya buruk, akibat monopoli atau sisa-sisa monopoli. Sebaliknya di AS, telepon rumahan mudah diperoleh dan nyaman. Mungkin itu juga yang menyebabkan coverage seluler di Eropa lebih baagus ketimbang di AS.

Merek? Eropa kuat dengan Nokia. AS akrab dengan Motorola.

[Tajuk Tabloid Sinyal ed 22/III, 9-22 Agustus 2007]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: