Telekomunikasi Murah Tunggu Firman 3 Nabi

icsforum2007.jpg“Saya ini kebagian yang nggak enak. Saya tahu bahwa saya bakal dikeroyok peserta seminar dan juga pembicara-pembicara sebelumnya,” ungkap Ismail Ahmad (Kasubdit Internet Access Protocol, Ditjen Postel) ketika mengawali session “Regulation on Wireless Communication : A Goverment Perspective”. Pak Ismail dihadirkan memang untuk memberikan pandangan pemerintah dan pemaparan langkah-langkah regulasi yang akan dikeluarkan menyangkut isu telekomunikasi di masa depan.

Ismail tahu posisinya memang “rawan serangan”.Beliau hadir untuk memberikan keterangan tentang perspektif pemerintah dalam persoalan itu, terutama perijinan WiMAX sebagai teknologi BWA yang murah dan dapat segera diimplementasikan. Ismail harus rela banyak-banyak diserang dan ditanya peserta forum dan panelis lainnya, yaitu oleh pakar TI Onno W Purbo, Hermanudin (Indosat M2), Budi Harjono (XL Business Solution), Budi Wahyu Jati (Country Manager Intel Indonesia), dan Amrullah (Airspan Network Indonesia), dengan moderator Moch S. Hendrowijono (mantan wartawan Kompas).

Diskusi Indonesia Cellular Show (ICS) Forum 2007 dengan tajuk Indonesia Goes Mobile Broadband dalam rangkaian acara ICS, tanggal 27 Juni 2007 di Jakarta Convention Center ini diselenggarakan oleh Tabloid Sinyal bekerjasama dengan PT Dyandra Promosindo. Isu utama forum ini adalah akses ke jaringan telekomunikasi tanpa kabel pita lebar (Broadband Wireless Access. BWA) murah yang seharusnya bisa segera dinikmati rakyat namun terganjal oleh belum keluarnya regulasi yang mengatur. Sementara teknologi 3G yang mahal justru digaungkan besar-besaran oleh operator-operator seluler Tanah Air, dan tidak terjangkau oleh sebesar-besarnya rakyat Indonesia.

“Mari kita semua doakan semoga persoalan regulasi ini segera tuntas, apalagi sekarang ada di tangan nabi-nabi. Semoga cepat diperoleh jalan keluar,” ajak Ismail. Lho, kok nabi-nabi? Ya, para pejabat yang bertanggung jawab atas persoalan ini adalah para “nabi”. Mulai dari “Nabi” Nuh (Muhamad Nuh, Menkominfo), “Nabi” Yusuf (Yusuf Iskandar, Dirjen Postel), dan “Nabi” Ismail (Kasubdit Internet Access Protocol).

Serangan paling tajam, seperti biasa, datang dari pakar dan pejuang telekomunikasi yang pro-rakyat, Dr Onno W Purbo. Antara lain, Onno mengajukan argumen bahwa dengan membebaskan regulasi maka penggunaan secara massal akan mendorong pasar dan buntutnya membuat semua produk yang berkaitan menjadi murah. Ini diajukan karena argumen Ismail tentang kandungan asing yang besar dalam produk-produk teknologi tinggi yang digunakan untuk BWA. Menurut Ismail, praktik seperti ini akan merugikan karena menyedot devisa.

 

 

 

(F.X. Bambang Irawan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: