FINLANDIA

Negara mana yang kualitas pendidikannya paling juara di dunia? Finlandia. Jepang dan Korea membuntuti di nomor-nomor berikutnya.

Urutan tersebut didasarkan atas hasil survei Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2003 dalam program bernama Program for International Student Assessment (PISA). Program ini melakukan tes atas 265.000 anak usia 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains.

Finlandia menduduki ranking pertama dalam bidang membaca, nomor 4 dalam bidang matematika, dan nomor 3 dalam bidang sains. Jepang nomor 1 dalam bidang matematika, nomor 2 dalam bidang sains, dan sayangnya melorot di urutan 8 dalam bidang membaca. Korea juara pertama dalam bidang sains, nomor 2 dalam bidang matematika, dan sayangnya hanya menduduki nomor 6 dalam bidang membaca.

***

Indonesia bukanlah negara anggota OECD, jadi tidak ikut dites PISA, meski ada juga negara-negara bukan anggota yang ikut dites berdasarkan permintaan. Anggota OECD, bukan rahasia lagi, adalah negara-negara maju (baca: kaya) di dunia. Anggotanya eksklusif negara-negara yang dianggap sudah benar-benar membuka pasar, pluralisme demokratis, dan menghargai hak cipta.

Namun Indonesia tak perlu berkecil hati dalam soal pendidikan, tepatnya sumber daya manusia. Dalam berbagai ajang olimpiade akademis, Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) di bawah pimpinan Profesor Yohanes Surya, sudah menyabet berbagai medali emas dan penghargaan internasional. Salah satu puncaknya adalah ketika TOFI mengukir prestasi di Olimpiade Fisika (The International Physics Olympiad) ke-37 yang berlangsung di Singapura pada 8-16 Juli 2006 dengan menyabet empat medali emas dan satu perak. Malah, satu peserta dari Indonesia, yaitu Jonathan Pradana Mailoa, mendapatkan nilai tertinggi (absolute winner) dan meraih predikat eksperimen terbaik di antara seluruh peserta dari 84 negara.

***

Apakah itu berarti Indonesia tunduk dalam soal kecerdasan dibanding Finlandia, atau imbang?

Entahlah. Yang jelas, dalam peluncuran smartphone Nokia E90, negeri leluhur Nokia ini justru kalah duluan, meski hanya beberapa jam. Nokia E90 diluncurkan di hotel Grand Melia Jakarta pada jam 11.33 WIB, ketika di Finlandia orang masih sedang sarapan pagi atau sedang berangkat ke kantor. Jakarta, sekali lagi, menjadi kota pertama di dunia yang menjadi landasan peluncuran seri Communicator.

Di Finlandia juga tidak ada antrean, kehebohan, dan “gejolak” harga pasar seperti di Jakarta. Di depan hotel Grand Melia, orang sudah pada ngantre di luar pintu hotel sejak jam 2 dini hari untuk mendapatkan nomor urut pembelian. Padahal penjualan perdana untuk umum cuma disediakan 750 unit. Harga jual di Melia adalah 10,9 juta rupiah. Harga jual di 50 meter dari Melia mungkin sudah beda lagi, sampai 15 jutaan masih tak akan mengherankan. Persis seperti ketika Nokia 9500 diluncurkan hampir 3 tahun lalu.

***

Semoga ponsel cerdas ini mampu menjadi sinyal-sinyal bahwa orang Indonesia juga cerdas dan membutuhkan ponsel cerdas. Bukan hanya berburu ponsel untuk mengejar status saja. Semoga jarak kecerdasan orang Indonesia dan Finlandia memang lebih maju beberapa jam.

[Tajuk Tabloid Sinyal edisi 19/III, Juni 2007]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: