VOIP

VoIP adalah singkatan dari Voice over Internet Protocol. Ini adalah teknologi yang digunakan untuk mentransmisi panggilan melalui jaringan IP alias Internet. Panggilan analog dikonversikan menjadi bentuk digital dan dijalankan sebagai data oleh Internet Protocol. Biaya yang timbul juga lebih murah karena jaringan utama IP dapat digunakan untuk sambungan virtual berganda.

Karena menggunakan IP teknologi, suara dikonversikan menjadi bentuk paket-paket kecil data dan dikirim melalui jaringan utama IP yang merupakan cara yang lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional.

Teknologi ini pernah demikian menghebohkan dan menjadi isu nasional akibat ketakutan pihak-pihak tertentu bahwa kehadirannya akan mengancam operator telekomunikasi yang menyediakan SLJJ dan SLI.

Teknologi VoIP ini sekarang bahkan juga digunakan oleh operator seluler dan diintegrasikan menjadi salah satu backbone telekomunikasinya. Operator yang sudah mengantongi ijin, memiliki jaringannya sendiri, dan sudah pula mengoperasionalkan teknologi ini adalah XL. Hasilnya adalah layanan yang lebih murah. Bagaimanakah seluler dengan VoIP ini bekerja? Ilustrasi sederhananya adalah sebagai berikut:
• Kita berbicara melalui telepon
• Suara ditangkap sebagai bentuk suara analog
• Bentuk suara dikonversikan menjadi data (bit digital- satu dan nol)
• Data dialihkan melalui jaringan IP milik operator menggunakan TCP/IP protocol.
• Data dikirim kepada jaringan tempat yang dituju sebagai data (melalui jaringan IP)
• Akhirnya data dikonversikan lagi ke dalam bentuk suara yang dapat kita dengar.

Itulah mengapa layanan seluler internasional dari XL yang berlabel jimat bisa benar-benar jimat alias hemat, karena suara diubah data dan dilewatkan ke jaringan Internet.

***

Banyak cara dilakukan orang untuk mencari cara berkomunikasi secara murah. Banyak pula yang berhasrat menyediakannya dengan iming-iming pelanggan yang bakal menyemut-di-sekeliling-gula.

Ada yang lantas berkompromi pada kualitas. Sah-sah saja jika memang kebutuhannya hanyalah untuk bisa mendengar atau mengirim teks ala kadarnya. Mereka rela tersinyali secara terbatas dengan kualitas seadanya. Meski begitu mereka tahu bahwa untuk mendapatkan sinyal yang tetap berkualitas tetapi murah, mereka akan mencarinya dalam bentuk tabloid.

(Tabloid Sinyal edisi 9/III, Februari 2007)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: