TUKUL

tukul.jpgMungkin Tukul sendiri tidak “ngeh” bagaimana mungkin penonton acara Empat Mata bisa berasal dari Amerika, Inggris, Jepang, dan berbagai negara lain. Yang dia tahu, mereka menonton lewat Internet. Padahal Trans7 sendiri belum melakukan streaming ke Internet.

Saking culunnya, Tukul juga lagi-lagi tidak ngeh ketika dalam salah satu episode diberitahu oleh Ira Wibowo (BYKS, Betulkan Ya Kalau Salah), yang mengaku fans berat Empat Mata, bahwa banyak pemirsa di luar negeri itu mengakses lewat Youtube. Kalau Yu Kowiyah pasti Tukul tahu, karena dia adalah kakaknya yang juga pernah muncul di salah satu episode bertema keluarga. Tapi Yu Tup (Youtube)?

Lewat jurnalisme masyarakat yang menggunakan medium video di Youtube, seluruh dunia bisa menikmati potongan-potongan rekaman acara Empat Mata yang sedang naik daun. Bukan Trans7 yang memasang klip-klip tayangan tersebut, melainkan para penonton yang ingin berbagi di Internet. Walhasil, e-mail yang masuk ke Trans7 kebanyakan berasal dari luar negeri. Selain karena sudah berbudaya e-mail, selain karena bandwidth Internet mereka sangat besar untuk dapat menikmati streaming dari Youtube, mereka ini juga merasa mendapatkan sepotong suasana katro Tanah Airnya di rantau yang menjadi pelipur rindu.

Berbagi berita berupa rekaman video kini mulai lazim. Bercerita dengan gambar bergerak ini sangat disukai karena tak semua orang bisa dan mau bercerita lewat tulisan dan lisan. Dengan perekam video, orang tak usah banyak komentar atau opini. Shoot, lalu kirim ke penampungan macam Youtube ini.

Apalagi sekarang kegiatan merekam itu sudah dipermudah olah teknologi kamera di ponsel. Selain kamera ponsel berkemampuan merekam gambar bergerak dengan memadai, dia juga memiliki kelebihan dalam hal mengomunikasikannya. Hasil rekaman yang tersimpan di dalam ponsel bisa langsung dikirim ke pihak lain langsung dari ponsel itu juga. “Wong ndeso” pun bisa dengan cepat menggunakan fasilitas ini.

Maka pasar ponsel berkamera pun makin tukul (tumbuh). Tahun 2009 nanti diperkirakan 89 persen ponsel akan memiliki kamera di tubuhnya. Perusahaan content juga ikut tukul. Dengan pasar kamera yang begitu besar, mereka yakin bisa menangguk rejeki dari kebutuhan orang untuk berbagi video yang direkam dari ponsel.

***

Tak perlu ditanya lagi sama Tukul: “Puas?! Puas?! Puas?!”, kita umumnya sudah puas dengan kemampuan-kemampuan ponsel saat ini. Ada juga yang masih banyak menuntut, namun yakinlah bahwa tuntutan-tuntutan itu didengar oleh industri ponsel dan akan dikonversi menjadi dagangan yang siap menjadi barang buruan Anda.

(Tabloid Sinyal edisi 13, April 2007)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: