Ponsel, Foiegras, dan Caviar

First Course
Parmesan “taco” with Woodside goats curd, golden beetroot, white asparagus, baby herbs, and apple balsamic caramel.

Second Course
Foiegras and truffle terrine with a black fig tart tatin, potato galette, and summer truffle oil.

Third Course
Scallop carpaccio, lobster and saffron jelly with white tomato and champagne sorbet, osteria caviar and finger limes.

Fourth Course
Castricum lamb loin with Akudjura crusted rolled lamb shank, fricassee of wild mushroom, potato fondant, broad beans and porcini foam.

Fifth Course
Trio of egg dessert, orange curd, spiced cherries, soft meringue, and egg yolk spaghetti. Egg, egg, dan egg…

***

Masing-masing hidangan pada “kartu menu” di atas mewakili sebuah ponsel. Usaha menghayati proses peracikan dan kelebihan-kelebihan ponsel-ponsel baru Nokia ini dicetuskan oleh Mauro Montanaro, Vice President of Customer and Market Operations, Southeast Asia Pacific, Nokia. Dengan menggandeng chef yang didatangkan dari Australia, Brett Deverall, Mauro mengajak hadirin “mencecap” ponsel-ponsel tersebut.

Pada First Course, makanan pembuka ini melambangkan sisi-sisi dari Nokia 6131: sentuhan elegan, imajinasinasi yang seimbang antara imajinasi dan komposisi, dan penyajian yang menawan. Taco adalah sejenis keripik jagung asal Mexico yang biasanya dilipat dua dan diisi dengan sesuatu, misalnya sayuran.

Pada Second Course, foiegras (hati angsa) dan jamur truffle adalah sebuah kombinasi klasik yang bisa mewakili desain 6070. Buah fig hitam, ditempatkan di atas galette (semacam roti) kentang, menunjukkan betapa para insinyur Nokia bekerja secara inovatif untuk mempersenjatai kesederhanaan Nokia 6070 dengan fungsi-fungsi praktis dan mudah digunakan.

Pada Third Course, Nokia 6125 yang dibentuk dengan manis ini di-foodifikasi-kan dengan menu remis yang di-carpaccio (hidangan Itali yang terbuat dari daging sapi tipis disiram dengan minyak zaitun dan keju parmesan) yang ditemani oleh saffron, caviar, lobster, dan champagne. Menu ini mencerminkan kualitas, gaya, dan sentuhan Nokia 6125. Jelly-nya  bersinar kinclong, caviar yang dipadu dengan finger lime menciptakan rasa menggigit, senafas dengan tampilan manis ponsel tersebut.

Pada Fourth Course, hidangan yang disajikan secara menawan ini melambangkan desain Nokia 6103 yang sama menawannya. Ada sebuah biskuit yang diberdirikan yang mencerminkan form factor ponsel yang clamshell. Kesenangan spontan yang ditawarkan oleh ponsel berdesain klasik ini menyatu dalam daging domba yang meleleh di lidah.

Pada Fifth Course, menu ini ingin mencerminkan fitur 3G yang ada dalam Nokia 6233. Keandalan dalam kekompakan bentuk ponsel ini coba digambarkan oleh menu ini. Tekstur dessert ini merefleksikan kualitas prima, kelembutan, dan sentuhan lembut produk ini.

***

Memang jika ingin memberikan gambaran yang mudah, meracik produk yang ingin dilempar ke pasar adalah seperti meracik menu makanan. Banyak yang harus diakomodir. Masing-masing orang punya selera berbeda-beda, meski ada yang secara aklamasi mendapat predikat enak oleh semua selera. Itulah mengapa seri ponsel begitu banyak dengan perbedaan yang kadang tipis satu sama lain. Namun perbedaan yang tipis itu pun sudah cukup membuat orang lebih menyukai satu dibanding yang lain.

(Majalah Sinyal edisi 6/II, Maret 2006)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: