Piala Dunia 2006

T-Mobile mendapat limpahan hak dari Deutsche Telekom untuk memancarkan 20 pertandingan secara langsung ke pelanggan 3G di Jerman. Selain itu, masih ada pula highlight untuk 64 pertandingan yang dipancarkan setelah peluit akhir ditiup, bekerja sama dengan Premiere, sebuah perusahaan pay-TV. Mobiles Fernsehen Deutschland GmbH, sebuah perusahaan Jerman juga menggunakan event World Cup sebagai momen untuk meluncurkan mobile TV dengan menggunakan teknologi broadcast DMB ke 12 stadion tempat pertandingan dilangsungkan.

Di Prancis, SFR mendapatkan hak untuk menyiarkan video berdurasi 4 menit dari setiap pertandingan yang nyaris bersamaan dengan berlangsungnya pertandingan, demikian juga liputan setelah pertandingan selesai.

Di Italia, operator 3 telah membeli hak DVB-H World Cup, dan berencana meluncurkan platform Walk TV di awal Juni setelah handset UMTS/DVB-H yang dibuat oleh LG telah dipasarkan.

Sedang di Inggris, saudaranya, operator 3, juga mendapat lisensi non-eksklusif untuk memancarkan 64 pertandingan secara mobile.

Bahkan media berita juga tak ketinggalan. ITN, TV saluran berita dari Inggris, misalnya, sudah menyiapkan berita dalam format mobile agar dapat dinikmati di peranti-peranti kecil tersebut. 

Demikianlah, Piala Dunia 2006 ini sepertinya akan menjadi awal merebaknya teknologi content siaran langsung. Di antara yang paling menonjol adalah hadirnya teknologi Mobile TV yang bisa dinikmati oleh pelanggan telekomunikasi berpita superlebar “kelas” 3G.

Kita di Tanah Air belum bisa menikmati layanan televisi mungil lewat ponsel 3G itu. Yang ada, kebanyakan kita masih baru bisa menikmati layanan televisi 14 inch. Atau sebaliknya, ada yang mampu dan lebih suka menikmati goal Thierry Henry lewat tivi plasma 42 inch.

Aneh juga ya, kalau ada yang lebih mendekati realitas dengan nonton di layar yang lebar, kenapa harus bermahal-mahal untuk nonton di layar sempit? Mobilitas adalah jawabnya.

***

And, it feels like we’re having
The time of our lives
Let’s light the fire, find the plain
Let’s come together as one in the same
‘Cause it feels like we’re having
The time of our lives
We’ll find the glory in the game
All that we are, for all that we are
For the time of our lives

Lirik di atas adalah penggalan dari official song FIFA World Cup 2006 yang akan dibawakan oleh Il Divo pada upacara pembukaan di Munich, Jerman, tanggal 9 Juni. Lagunya seperti ingin merayakan sensasi kebahagiaan yang tercipta oleh pesta permainan bola dan perhatian yang dipusatkan dunia kepadanya. Kita diajak bersama-sama merayakan sensasi tersebut.

Sepakbola memang menjadi “agama” baru umat manusia. Agama yang masih patriarkhis, sayangnya. Ia memersatukan dengan bahasa, custom, dan malah sampai sensasi yang sama. Dan sekarang pada jaman ketika seluruh planet sudah diliputi dengan sinyal telekomunikasi, maka “jamaah” bola itu pun makin potensial larut dalam penghayatan “agama baru” ini.

Selamat nonton Piala Dunia.

(Majalah Sinyal edisi 9/II, Juni 2006)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: