Peanut Operator

Salah satu cara populer untuk membuat tarif penerbangan miring adalah menghilangkan suguhan makanan di atas pesawat. Sampai-sampai ada yang hanya memberi kacang plus minuman. Maka kemudian muncul julukan umum bagi penerbangan yang menempuh efisiensi dengan mengurangi jatah perut selama perjalanan, yaitu “peanut airlines”.

Cara itu terbukti efektif karena tidak semua orang juga siap atau suka makanan yang dihidangkan selama penerbangan. No-frills. Pokoknya asal terangkut sampai tujuan, baru nanti kalau memang lapar bisa mencari kantin di sudut atau di seputaran bandara.

“Peanut airlines” ini juga terbukti sukses menggenjot dunia penerbangan di Tanah Air. Tiket penerbangan ke seluruh penjuru Nusantara makin murah hingga lebih banyak orang bisa mencicipi kecepatan dan efisiensi melakukan perjalanan via jalur udara. Bandara-bandara hidup kembali, bahkan cenderung padat setiap harinya.

***

Memang operator seluler tidak mungkin menyuguhkan kacang kepada para pelanggannya. Penerbangan bukan seluler. Namun ada potensi yang sama dalam hal meninggalkan mutu dan kaidah layanan.

Meski dalam suatu kesempatan Johny Swandi Sjam dalam kapasitas sebagai Ketua ATSI (Asosiasi Telepon Seluler Indonesia) mengajak agar tahun 2005 ini bukan lagi dijadikan sebagai tahun kompetisi dalam soal tarif termurah. Meski potensi pertambahan jumlah pelanggan di tahun 2005 ini tampak menggiurkan. Toh, jor-joran murah-murahan tarif tetap terjadi. Yang paling kentara adalah pemangkasan tarif untuk koneksi ke sesama operator, suatu hal yang memang paling “mudah” dilakukan.

Harga termurah pasti akan tetap selalu ada, kapan pun. Dan pelanggan yang butuh harga murah juga tidak pernah sepi. Jadi selama operator sudah menghitung untung ruginya, tak ada yang salah dengan harga murah.

Pelanggan yang lebih mungkin salah. Salah pilih. Tidak melek terhadap mutu dukungan dan layanan operator yang mungkin menjadi trade off harga miring itu.

Jadi mari mengejar yang murah secara cerdas. Kepuasannya akan lebih berlipat ganda jika berhasil memerolehnya dengan cara itu.

(Majalah Sinyal edisi 6, Maret 2005)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: