Menempuh Jalan Setapak yang Sama

Masih ingatkah Anda dengan PC di tahun 80-an? Sistem operasinya DOS. Layar monokrom satu warna hijau kekuningan berlatar belakang hitam. Huruf-hurufnya Times New Roman bergerigi karena tersusun dari matriks titik-titik.

Kemudian muncul sistem operasi Microsoft Windows dibarengi dengan teknologi layar VGA yang sontak mengubah tampilan komputer menjadi lebih ‘manusiawi’. Karena jika dicetak hasil di layar tak beda jauh dengan hasil cetaknya, maka Bill Gates menyebutnya dengan ‘What You See Is What You Get’ alias WYSIWYG. Grafis menjadi antarmuka yang menarik sekaligus memudahkan pengguna komputer.

Sejak itu komputer berkembang pesat dan meriah dengan diadopsinya suara menjadi salah satu bentuk media yang bisa dimainkan oleh komputer dengan tambahan perangkat keras audio.

Sekarang komputer menjadi alat pertukaran data yang memuaskan lewat jaringan Internet. Jalur yang tersedia untuk lalu-lintas datanya juga berkembang dengan cepat. Dari hanya cukup untuk beberapa kilobit per detik, menjadi pita lebar yang bisa mengangkut gigabit per detik.

***
Perjalanan hidup yang mirip-mirip juga dialami oleh ponsel. Dari tampilan monokrom (hingga muncul trik pedagang untuk mengganti lampu backlight dengan warna-warna alternatif) menjadi layar yang mampu menayangkan belasan juta warna. Dari yang monofonik sampai bisa mendendangkan lagu-lagu berkualitas audio CD. Dari yang terbatas kepintarannya, sekarang ditopang dengan sistem operasi.

Dan sekarang, ponsel juga bisa mengirimkan apa yang bisa dihasilkan di dalamnya melalui jaringan datanya yang juga bermuara ke Internet. Bahkan jika dituruti, kecepatan transfer datanya bisa melebihi broadband Internet. Integrasi dengan PDA menyempurnakannya dengan kemampuan pengolahan data dan tampilan lebih lega.

Tulisan renungan ini dengan mungkin bisa mewakili menunjukkan kapabilitas dan kecanggihan tersebut karena ditulis di atas kereta yang sedang melaju kencang di jalur Jogja-Jakarta. Rencananya, nanti akan segera dikirim ke bagian artistik untuk ditata lewat GPRS. Tentu saja hanya jika mendapat sinyal.

(Majalah Sinyal edisi 1/II, Oktober 2005)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: