Lapak Musik Ponsel

Berbagai klip video yang ditampilkan televisi saat ini makin ruwet tampilannya. Banyak teks ikut menghias tayangan. Isinya berupa cara untuk men-download atau memasang lagu yang sedang dilantunkan tersebut menjadi ringtone atau ringback tone. Teks jadi agak terlalu ramai dan mendominasi karena setidaknya ada tiga kemasan ringback tone yang diusung oleh masing-masing operator.

Hal yang sama juga terjadi di sampul CD atau kaset. Berbagai kode untuk mengakses lagu tersebut terpampang berderet-deret. Ramai sampul oleh kehadiran kode-kode ini.

Bagi operator dan perusahaan rekaman, “lapak” baru berupa ringtone dan ringback tone ini menjadi bebek bertelur emas karena tanpa banyak effort lagi mereka mendapatkan fresh money dari pengguna ponsel. Sumber duit yang tak pernah disangka-sangka arah datangnya. Bahkan ketika CD dan kaset dibajaki, harapan bisa dipalingkan ke lapak baru ini karena ringback tone aman pembajakan.

Itu pula yang membuat Indra Lesmana “Idol”, Anang “KD”, dan Abdee Negara “Slank” berkolaborasi dengan A Mild membuat sebuah portal musik digital yang bisa mengisi kebutuhan bermusik secara mobile itu melalui IM:PORT (Independent Music Portal). Sesuai namanya, portal ini mewadahi para pemusik independen untuk menjual musiknya langsung ke pengguna (dan produser), selain pemusik-pemusik yang sudah mapan. Di berbagai tempat telah disebar mesin IM:PORT selayaknya ATM untuk men-download dan menjadikan sebuah lagu sebagai ringback tone.

Indra Lesmana mengaku bahwa dirinya dan Anang dan Abdee memiliki kesamaan visi dalam melihat industri ini jauh ke depan. Pergeseran jalur distribusi yang antara lain menuju ke arah kawasan mobile sudah dicermatinya sejak tahun-tahun lalu. Maka ketika momentum itu sudah menjadi boom, mereka segera menciptakan format ini. Mereka juga sudah menyiapkan berbagai langkah pengamanan untuk lagu-lagu yang didistribusikan.

Bahkan dengan mendistribusikan musik dari para pemusik indie dalam format MP3 Indra berani bilang bahwa inilah momentum untuk melegalkan format file MP3 yang selama ini dianggap anak haram dalam industri musik karena rata-rata merupakan hasil kompresi “tak sah” dari lagu aslinya.

***

Memang jalur distribusi baru dan alternatif harus selalu menjadi pemikiran semua unit bisnis agar bisa memenangi persaingan pasar. Demikian juga content yang segar dan bermanfaat, pelayanan terhadap pelanggan yang lebih baik, harus selalu diupayakan. Siapa lelah memikirkan terobosan-terobosan baru untuk penetrasi pasar akan segera tersingkir. Pelabuhan-pelabuhan baru di “samudra biru” menanti (simak buku Blue Ocean Strategy, W. Chan Kim and Renee Mauborgne, Harvard Business School Publishing Corp., 2005).

(Majalah Sinyal edisi 11/II, Agustus 2006)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: