GRAMEEN

Laily Begum dan suaminya Atiqullah, adalah pasutri buruh miskin yang tinggal di Patira, sebuah desa di Dakshin Khan, di luar kota Dhaka, Bangladesh. Didorong suaminya, Laily meminjam duit di Grameen Bank. Pertama kali, dipinjamnya 4500 BDT dan dibelikan seekor sapi untuk diperah susunya. Dari situ mulai ada pendapatan tambahan, meski belum cukup juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kredit untuk membeli sapi kedua diajukan, sebesar 6000 BDT.

Pada tahun 1997, olah manajer cabang Grameen Bank, Laily ditawari untuk menjadi Village Phone (VP) Lady, yaitu sebuah program mirip wartel di Tanah Air. Hanya saja yang menjadi “warung” dalam program ini adalah perempuan-perempuan seperti Laily Begum. Para perempuan ini melayani kebutuhan menelepon warga dengan mengedarkan ponselnya untuk “disewakan”.

Bisnis Laily ini berkembang pesat. Pada masa awal-awal, setiap bulan pendapatannya bisa mendapai 20000 sampai 26000 BDT. Itu kurang lebih seharga 5 ekor sapi! Saat kepemilikan telepon dan ponsel di daerah tersebut mulai tinggi, pendapatannya menjadi sekitar 7000-8000 BDT per bulan. Namun demikian, pada level pendapatan ini saja, keluarga ini bisa menabung sekitar 3000 BDT sebulan.

Kini pasutri dengan dua anak ini sudah memiliki 2 toko kelontong, 1 bisnis laundry, dan 1 buah apotek dengan wartel di dalamnya.

Program VP ini diselenggarakan atas kerjasama antara Grameen Bank dengan Grameen Telecom (GTC). Nilai pinjaman untuk satu paket yang terdiri dari handset, biaya langganan dan biaya-biaya lain adalah sebesar 12000 BDT. Plus pelatihan dari GTC. ARPU yang digerakkan oleh program ini berlipat ganda setiap tahun. Mulai dengan 0,53 juta BDT pada tahun 1997, angkanya melonjak menjadi 1.114 million BDT pada tahun 2002 dan menjadi 2.070 BDT juta pada akhir 2003.

Sampai dengan September 2006, pengguna VP ini sudah mencapai 250 ribu orang perempuan. Dengan pencapaiannya yang fenomenal itu, tak heran jika program inovatif ini mendapatkan “GSM in the Community Award” oleh GSM Association pada tahun 2000.

***

Makhluk apakah Grameen ini? Sebagai institusi finansial dan bisnis telekomunikasi, mengapa bisa memiliki komitmen dan keberpihakan seperti itu?

Grameen Bank adalah bank yang didirikan oleh Muhammad Yunus. Di tangan Muhammad Yunus, Grameen Bank pun tak ragu meminjami duit kepada pengemis. Itulah mengapa Beliau ini mendapat Hadiah Nobel Perdamaian 2006. Penghargaan tahun ini disebut-sebut memberi konteks baru bagi jargon perdamaian.

Visi penyebaran teknologi komunikasi berikut bisnisnya sampai ke akar rumput dan kaum lemah seperti ini patut diteladani. Seluler diyakini memberi efek pengganda bagi ekonomi yang dikembangkan di atasnya. Jika rakyat kecil tersinyali oleh teknologi ini, bisnis mereka lancar, orang miskin terentaskan.

[Tabloid Sinyal edisi 3/III, November 2006)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: