FLIGHT MODE

Bolehkah menggunakan telepon seluler di udara selama penerbangan? Meski banyak kontroversi mengenai hal itu, namun majoritas otoritas penerbangan melarangnya. Pada umumnya kru pesawat akan mengingatkan hal tersebut menjelang take off dan menjelang touch down kembali mengingatkan untuk tidak menggunakannya bahkan selama taxiing menuju ke aerobridge (belalai) kalau ada.

Lagipula, pada ketinggian lebih dari 30 meter dari permukaan bumi saja, ponsel sudah sulit menangkap sinyal, apalagi pada ketinggian pesawat yang umumnya sekitar 11km.

Namun sebenarnya kita punya hak untuk tetap menggunakan ponsel kita, asalkan bukan untuk transmisi sinyal. Bukan untuk menelepon atau ber-SMS. Kita bisa menggunakan ponsel atau PDA-phone kita untuk fitur-fitur lain yang melengkapinya. Maklum, gadget sekarang ini bukan cuma punya kemampuan untuk berkomunikasi, melainkan juga untuk mengolah informasi dan hiburan. Jadi untuk mengusir rasa jenuh di pesawat, atau malah untuk melakukan kegiatan produktif di pesawat, kita punya hak untuk tetap menggunakan gadget kesayangan kita, baik untuk main game, potret-memotret, atau mengedit tulisan reporter kita.

Flight mode adalah kunci untuk semua itu. Flight mode, seperti namanya, memang dimaksudkan untuk kepentingan “membungkam” ponsel saat dalam penerbangan. Banyak ponsel yang sudah dilengkapi dengan menu ini, apalagi jika peranti Anda adalah PDA-phone. Jadi jika Anda suka beterbangan (maksudnya sering naik pesawat terbang) carilah fitur ini pada ponsel Anda.

Namun pertanyaannya adalah apakah semua kru pesawat, terutama pramugara-pramugarinya, aware terhadap keberadaan fitur ini? Apakah mereka tahu bahwa fitur transmisi sinyal di ponsel bisa dibungkam dengan mode penerbangan seperti itu? Jangan-jangan kita tetap dimarahi dan dilarang secara tidak hormat meski sudah menjelaskan bahwa kita tidak menggunakan fasilitas menelepon dan SMS karena berada dalam flight mode. Belum lagi jika penumpang lain ikut mencibir, menganggap kita tidak berbudaya karena tetap ngotot mau mainan gadget di pesawat.

***

Untuk itu kami berharap agar penelitian tentang apakah ponsel membahayakan penerbangan cepat dituntaskan agar semua segera mengerti baik bahaya ataupun keamanannya.

Untuk sementara, tak ada buruknya kita patuhi saja ketentuan keamanan penerbangan mengenai penggunaan ponsel dan alat-alat elektronik.

(Tabloid Sinyal edisi 8/III, Januari 2007)

« »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: