BUNCIL

buncil.jpg“Aku mendapat lebih banyak royalti lagu dari ringback tone dibanding dari penjualan kaset dan CD. Aku juga lebih suka dengan ringback tone karena tidak bisa dibajak,” tutur Buncil (Nama sebenarnya adalah Bunga Citra Lestari. Nama indah yang oleh Tukul Arwana dalam acara “Empat Mata” secara guyon malah disebut seperti nama perumahan).

Untuk lagu “Cinta Pertama” atawa “Sanny”, Buncil yang merupakan pendatang baru, cantik, dan masih sangat muda, ini mengaku sudah mencapai 400 ribu aktivasi ringback tone. (Update: Sayangnya, akhir Agustus dan awal September 2007, BCL banyak dibicarakan kabar miringnya karena foto-foto syur yang berbikini dan yang bugil (tepatnya topless karena sedang dipijit) di sebuah pantai di Bali, beredar luas)

Cetusan Buncil ini mengingatkan kita akan Samsons. Grup band pendatang baru ini meledakkan blantika musik Tanah Air dengan lagu “Kenangan Terindah”. Menurut Koran Tempo edisi 22 Desember 2006, selain menggondol tiga piala untuk kategori duo/kolaborasi/grup pop, album pop, dan pendatang baru terbaik dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2006, lagu “Kenangan Terindah” juga menyabet penghargaan untuk kategori ringback tone (nada panggil tunggu telepon seluler).

“Lagu ini paling banyak dipilih menjadi ringback tone. Ada sekitar 2,1 juta aktivasi,” kata Ketua Yayasan Anugerah Musik Indonesia Tantowi Yahya.

Penghargaan kategori ringback tone ini baru pertama kali diperebutkan dalam ajang yang sudah memasuki satu dekade tersebut. Bahwa panitia AMI Awards dengan mantap mengusung penghargaan untuk fenomena distribusi musik yang masih sangat “hijau” dan baru bernafas dalam hitungan bulan, memerlihatkan keyakinan akan model distribusi ini akan menjadi model bisnis musik masa depan, dan bukan semata sebagai mode musiman.

Bahwa penjualan lewat saluran digital akan jauh melampaui penjualan lewat saluran tradisional seperti CD dan kaset merupakan kenyataan yang disadari di seluruh dunia. Menurut Mandar Thakur, General Manager dari Soundbuzz India, seperti dikutip ZDNet India, tahun ini mereka akan menjadi pasar nomor dua terbesar di dunia yang mengalami penjualan digital melampaui penjualan melalui saluran-saluran fisik itu. Sebanyak 60% dari penjualan digital tersebut terselenggara melalui saluran seluler.
Di posisi pertama bertengger Korea Selatan yang merupakan pasar terbesar di dunia untuk musik. Secara global, penjualan musik akan mencapai 28 milyar dollar AS pada tahun 2010.

***

Bakul salak pondoh di Stasiun Tugu saja menunggu pembeli mampir ke gerainya sambil asyik menguping musik melalui MP3 Player-nya. Apalagi anak-anak remaja jaman sekarang yang banyak “budeg”-nya gara-gara kupingnya tertutup sepasang earphone, baik sedang menguping musik dari pemutar MP3 atau dari ponsel yang kemampuan musiknya makin sempurna.

Sinyal seluler makin sibuk karena harus melantarkan digit-digit penyusun file musik. Di masa depan, sepanjang tersinyali, semua bisa fun dengan musik atau video. Siang-sore-malam-pagi, tak perlu lagi menunggu tukang kaset pulang dari kampung hanya untuk mendengarkan “Bila Aku Jatuh Cinta”-nya Nidji, misalnya. Alangkah senangnya jika ketika Anda sedang jatuh cinta, kami tetap bisa senantiasa menyinyali.

(Tabloid Sinyal edisi 12/III, Maret 2007)

« »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: