BOND

bond.jpgShaken or stirred?” tanya bartender.

Do I look like I give a damn?” tukas James Bond.

Padahal biasanya Bond akan jawab dengan khas: “Shaken, not stirred” untuk dry martini kesukaannya.

Hilangnya ciri khas ini dalam film James Bond terbaru, Casino Royale, menjadi salah satu pembeda kecil dari perbedaan besar-besaran citarasa akan James Bond yang sudah ditanamkan dalam film-film sebelumnya. Belum lagi karakter Daniel Craig sebagai Bond, skenario Paul Haggis, dan besutan sutradara Martin Campbell, semuanya memang bertujuan membuat film Bond yang berbeda.

Belum jika diperbandingkan antara film yang bertahun 2006 akhir dan bukunya yang bertahun 1953.

Casino Royale adalah buku pertama Ian Flemming. Buku yang mengawali 12 novel Flemming tentang agen rahasia fiktif Inggris yang sangat kondang, James Bond, alias 007. Buku ini terbit tahun 1953. Judul-judul lain di luar yang 12 itu ditulis oleh beberapa penulis setelah Flemming meninggal tahun 1964.

Jika sudah menonton filmnya, tanpa membaca bukunya pun, maka jelas siapapun akan mendapati kesenjangan yang amat jauh antara keduanya. Agar berkorelasi dengan bidang kajian kita (halah), maka mungkin kita akan lebih tertarik pada kenyataan bahwa sepanjang film ini Bond dan tokoh-tokoh lain bertumpu pada ponsel sebagai salah satu pendukung utama plot.

Ponsel yang digunakan adalah seri Cyber-shot dari Sony Ericsson yang sekaligus menjadi sponsor film ini, yaitu K800i dan K790i. Ponsel lain yang nongol dalam film tersebut adalah Sony Ericsson M600. Alat-alat itu memegang peranan sentral dalam plot, misalnya, dengan ponsel Bond menemukan data-data waktu panggilan dilakukan, juga siapa yang terlibat pada panggilan tersebut, bahkan pesan penting liwat SMS yang mengungkap siapa aktor dibalik semuanya.

Karena tidak membaca buku aslinya, maka susah untuk menakar seberapa besar adaptasi dilakukan atas buku aslinya. Namun jika menyimak bahwa dalam filmnya ponsel menjadi tumpuan plot begitu, maka dapat ditebak bahwa kadar adaptasinya adalah besar-besaran.

Mungkin tidak banyak orang yang menyadari bahwa sebuah plot film atau sinetron atau sandiwara saat ini menghadapi tantangan besar. Tantangan besarnya adalah bagaimana membuat plot yang sedemikian hingga proses komunikasi menjadi tidak selancar seperti sekarang. Mengapa begitu? Ya, sebuah cerita umumnya mengandalkan sebuah penguakan akan informasi yang lambat atau diperlambat. Gunanya adalah untuk membangun atomosfer dramatis atau memelihara konflik. Nah, dengan ponsel yang bersimaharajalela seperti sekarang ini, proses check dan recheck informasi normalnya berlangsung sangat cepat sehingga justru membutuhkan kepandaian untuk mengelola ketertutupan informasi dalam cerita.

Mungkin pembuat cerita akan semakin tersudut dengan kecepatan pertukaran informasi. Namun mungkin juga hanya perlu adaptasi untuk sampai kepada cerita dengan pola komunikasi yang sepenuhnya dilangsungkan melalui ponsel. Atau kalau para penulis besar dunia mau belajar dari Tanah Air, mungkin mereka akan bisa membuat cerita yang ketika butuh komunikasi cepat, para pelakunya dibikin sedang memegang ponsel yang habis baterai atau tak mendapat sinyal.

***

Hidup memang  terasa berjalan makin cepat, justru ketika seharusnya ia melambat setelah umat manusia menemukan teknologi yang bisa memercepat proses kerja dan komunikasi. Seharusnya dengan komunikasi serba cepat, kerjaan juga cepat kelar, dan sebagian besar waktu bisa kita konversi menjadi waktu luang. Dan kita akan lebih banyak menghabiskan waktu di Bahamas atau Phang Nga Bay, tempat-tempat yang pernah dikunjungi James Bond, “membuat waktu menjadi membeku” di situ.

(Tabloid Sinyal edisi 11/III, Maret 2007)

« »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: