BAHASA SMS

SISWA sekolah menengah atas (SMA) di Selandia Baru akan diizinkan memakai bahasa seperti yang biasa dipakai dalam pesan singkat telepon seluler (SMS). Para pejabat pendidikan negeri kiwi itu, Jumat lalu, mengatakan, bahasa tulis ala SMS bahkan bakal diizinkan dipakai dalam ujian akhir nasional (UAN) tahun ini.

Bahasa teks sudah jadi bahasa kedua bagi ribuan remaja yang gemar menyingkat kata atau menciptakan ungkapan-ungkapan baru, seperti CU untuk see you, BTW yang kependekan dari by the way, dan LOL yang artinya laughing out loud.  Rencana ini segera memicu kontroversi. Sementara para siswa kegirangan, para guru takut bahasa “gaul” itu akan merusak bahasa Inggris. Panitia UAN Selandia Baru menyatakan, pihaknya masih tak bisa menerima digunakannya bahasa Inggris yang tidak baik dan benar oleh para pelajar.

Namun, mereka akan tetap memberi nilai bagi setiap jawaban yang benar dalam ujian meski jawaban ditulis dengan bahasa SMS. Menurut Bali Haque, Deputi Eksekutif Kepala Panitia UAN Selandia Baru, para siswa tetap harus berusaha menjawab soal ujian dengan sejelas-jelasnya.

Berita tersebut diambil dari Kompas edisi 10 November 2006. Banyak media internasional lain juga menuliskannya, menunjukkan nilai beritanya yang benar-benar tinggi. Bagaimana tidak? Institusi pendidikan selama ini harus “sakral” dengan menjadi pembela panji-panji penggunaan bahasa yang baik dan benar. Sekolah adalah pendukung utama sistem bahasa baku di sebuah bangsa.

Tapi kini hanya dalam hitungan tahun, menara gading institusi pendidikan itu dikoyak oleh popularitas bahasa 160-an karakter yang beredar dari ponsel ke ponsel. Kemenangan siapakah ini? Teknologi? Generasi muda? Pragmatisme?

***

AFAIK (As Far As I Know), bhs dah sgt berjasa meletakkan dasar2 peradaban umat manusia. Scr filosofis, mungkin t4-nya sejajar dg agama, seni, atau teknologi dlm menjadi pilar2 penopang peradaban tsb.

Tapi, IMHO (In My Humble Opinion), bhs itu pun tdk pernah berhenti beriteraksi dg sekitarnya. N lg, tdk ada rezim yg berhak atau mampu menglaim kebakuannya, selain negara yg memiliki kepentingan ipoleksosbudhankam (tuh kan, negara dah lbh dulu bikin bhs singkatan…). Jgn lupa jg bhw bhs dikembangkan oleh komunitas, dari kecil sampai besar. Menjadi besar jika bnyk digunakan masy.

(Tabloid Sinyal edisi 5/III, Desember 2006)

« »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: