ON-NET

money_pyramid.jpgTarif murah. Sejak dahulu kala, mantra ini laris manis digunakan operator seluler untuk menggenjot penyerapan pasar kartu-kartunya. Apalagi jika memang kartunya sejak awal sudah didaulat sebagai kartu untuk golongan menengah ke bawah.

Dan operator punya aji pamungkas untuk membiuskan mantra-mantra itu ke pelanggan dan calon pelanggan. Senjatanya adalah menggunakan skema tarif on-net alias jaringan operator sendiri. Terutama karena tidak harus membayar ongkos interkoneksi ke operator lain, maka tarif lantas bisa dipangkas secara signifikan. Malah sepertinya juga tak ada pakem yang pasti pada level berapa tarif koneksi melalui jaringan sendiri ini harus di-pricing.

Maka tak heran jika kemudian televisi, koran, radio, majalah, tabloid, dan billboard di pinggir jalan dipenuhi dengan iklan promosi tarif yang sangat irit. Telkomsel memerkuat positioning sebagai penagih pulsa berdasarkan detik dengan tarif 20 rupiah per detik dalam “Kartu As Rp 20 per Detik, Puas”. Indosat melalui kartu Mentari menggelar “Pulsa Lokal Luar Biasa Hemat Rp 50/30 Detik”. XL menyodok dengan “bebas edisi Emas” yang mematok 10 rupiah per detik untuk telepon ke sesama XL. Sedang operator GSM baru, 3, langsung membuat panas suasana karena mematok tarif on-net sebesar Rp 150/menit alias Rp 2,5/detik, baik lokal maupun interlokal. Esia sudah lama mengusung tarif murah ke sesama Esia dengan ongkos Rp 3.000/jam. Fren (Mobile-8) sukses dengan tarif Rp 7/detik, kemudian ketagihan dan lantas menurunkannya menjadi Rp 5/detik.

Continue reading

KEPRIBADIAN

topeng.jpgBerdasarkan survei yang dilakukan oleh Nielsen Media Research di Australia, merek-merek ponsel memiliki kalangan pengguna dengan karakteristik masing-masing. Karakteristik penggemar ponsel Nokia adalah orang yang: mengutamakan keluarga, manajer setengah baya, pendamba keseimbangan, sadar kesehatan. Penyuka ponsel Motorola umumnya adalah: fashion conscious, usia di bawah 24, pemburu kesenangan, dan individualistik. Bagaimana pengguna Sony Ericsson? Mereka adalah kalangan lelaki yang ambisius, profesional, mengejar kesuksesan, dan individualistik.
Sedang ponsel LG merupakan idaman ibu-ibu atau orang tua yang tinggal di rumah saja, sukses, dan pencari keserasian. Penggemar ponsel Samsung rata-rata merupakan wanita muda yang fokus pada karir, pengejar kesuksesan, dan pemburu kesenangan.

Dane Maddams, 21, warga Sydney, setuju bahwa orang bisa “dibaca” berdasarkan ponselnya. “Hari gini, apa yang Anda kenakan menggambarkan siapa Anda,” Pak Maddams. “Dan ponsel adalah aksesoris pakaian.”
Maddams ini memiliki ponsel Sony Ericsson K800i dan mengakui bahwa dia dapat digambarkan sebagai seorang muda yang ambisius. “Saya jelas bukan wanita setengah baya,” katanya seraya menunjuk ponsel lain yang cocok untuk kalangan wanita setengah baya itu.

Continue reading

TUKUL

tukul.jpgMungkin Tukul sendiri tidak “ngeh” bagaimana mungkin penonton acara Empat Mata bisa berasal dari Amerika, Inggris, Jepang, dan berbagai negara lain. Yang dia tahu, mereka menonton lewat Internet. Padahal Trans7 sendiri belum melakukan streaming ke Internet.

Saking culunnya, Tukul juga lagi-lagi tidak ngeh ketika dalam salah satu episode diberitahu oleh Ira Wibowo (BYKS, Betulkan Ya Kalau Salah), yang mengaku fans berat Empat Mata, bahwa banyak pemirsa di luar negeri itu mengakses lewat Youtube. Kalau Yu Kowiyah pasti Tukul tahu, karena dia adalah kakaknya yang juga pernah muncul di salah satu episode bertema keluarga. Tapi Yu Tup (Youtube)?

Lewat jurnalisme masyarakat yang menggunakan medium video di Youtube, seluruh dunia bisa menikmati potongan-potongan rekaman acara Empat Mata yang sedang naik daun. Bukan Trans7 yang memasang klip-klip tayangan tersebut, melainkan para penonton yang ingin berbagi di Internet. Walhasil, e-mail yang masuk ke Trans7 kebanyakan berasal dari luar negeri. Selain karena sudah berbudaya e-mail, selain karena bandwidth Internet mereka sangat besar untuk dapat menikmati streaming dari Youtube, mereka ini juga merasa mendapatkan sepotong suasana katro Tanah Airnya di rantau yang menjadi pelipur rindu.

Continue reading

BUNCIL

buncil.jpg“Aku mendapat lebih banyak royalti lagu dari ringback tone dibanding dari penjualan kaset dan CD. Aku juga lebih suka dengan ringback tone karena tidak bisa dibajak,” tutur Buncil (Nama sebenarnya adalah Bunga Citra Lestari. Nama indah yang oleh Tukul Arwana dalam acara “Empat Mata” secara guyon malah disebut seperti nama perumahan).

Untuk lagu “Cinta Pertama” atawa “Sanny”, Buncil yang merupakan pendatang baru, cantik, dan masih sangat muda, ini mengaku sudah mencapai 400 ribu aktivasi ringback tone. (Update: Sayangnya, akhir Agustus dan awal September 2007, BCL banyak dibicarakan kabar miringnya karena foto-foto syur yang berbikini dan yang bugil (tepatnya topless karena sedang dipijit) di sebuah pantai di Bali, beredar luas)

Cetusan Buncil ini mengingatkan kita akan Samsons. Grup band pendatang baru ini meledakkan blantika musik Tanah Air dengan lagu “Kenangan Terindah”. Menurut Koran Tempo edisi 22 Desember 2006, selain menggondol tiga piala untuk kategori duo/kolaborasi/grup pop, album pop, dan pendatang baru terbaik dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2006, lagu “Kenangan Terindah” juga menyabet penghargaan untuk kategori ringback tone (nada panggil tunggu telepon seluler).

Continue reading

BOND

bond.jpgShaken or stirred?” tanya bartender.

Do I look like I give a damn?” tukas James Bond.

Padahal biasanya Bond akan jawab dengan khas: “Shaken, not stirred” untuk dry martini kesukaannya.

Hilangnya ciri khas ini dalam film James Bond terbaru, Casino Royale, menjadi salah satu pembeda kecil dari perbedaan besar-besaran citarasa akan James Bond yang sudah ditanamkan dalam film-film sebelumnya. Belum lagi karakter Daniel Craig sebagai Bond, skenario Paul Haggis, dan besutan sutradara Martin Campbell, semuanya memang bertujuan membuat film Bond yang berbeda.

Belum jika diperbandingkan antara film yang bertahun 2006 akhir dan bukunya yang bertahun 1953.

Casino Royale adalah buku pertama Ian Flemming. Buku yang mengawali 12 novel Flemming tentang agen rahasia fiktif Inggris yang sangat kondang, James Bond, alias 007. Buku ini terbit tahun 1953. Judul-judul lain di luar yang 12 itu ditulis oleh beberapa penulis setelah Flemming meninggal tahun 1964.

Continue reading

KMIP

digitalfortress2.jpgLima tahun sebelum menerbitkan The Da Vinci Code yang menghebohkan itu, sebenarnya Dan Brown telah menelorkan karya yang berjudul Digital Fortress (yang sudah pula diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia mengikuti sukses The Da Vinci Code). Karya pertama tersebut bercerita tentang penyadapan informasi yang berseliweran di seluruh dunia oleh sebuah badan pemerintah Amerika Serikat yang disebut National Security Agency.

Badan ini diceritakan memiliki sebuah superkomputer terbesar di dunia dengan 3 juta chip prosesor di dalamnya. Bayangkan, komputer yang sedang dijajakan di pasaran saat ini saja masih dipropagandakan kepada kaum awam sebagai komputer yang memiliki dua prosesor di dalamnya. Dengan 3 juta prosesor di dalamnya itu, komputer yang dijuluki TRANSLTR ini mampu memecahkan sandi atau data yang dienkripsi dalam tingkat mana pun. Konon bahkan mampu memecahkan informasi yang disandi dengan enkripsi 64 bit hanya dalam waktu 12 menit, padahal komputer tercepat saat ini umumnya akan butuh bertahun-tahun untuk memecahkannya.

Dengan TRANSLTR, NSA mengintip dunia. Tak ada informasi digital di dunia ini yang mampu lolos jika dikehendaki untuk diintip oleh NSA. Tentu saja ini tidak sah karena menerobos hak privasi publik. Itulah mengapa keberadaan TRANSLTR ini dirahasiakan mati-matian. Sampai seorang mantan karyawan NSA korban bom atom kelahiran Jepang, Ensei Tankado, yang cacat namun sangat cerdas berjuang untuk menentang pengintipan informasi tersebut.

Continue reading

VOIP

VoIP adalah singkatan dari Voice over Internet Protocol. Ini adalah teknologi yang digunakan untuk mentransmisi panggilan melalui jaringan IP alias Internet. Panggilan analog dikonversikan menjadi bentuk digital dan dijalankan sebagai data oleh Internet Protocol. Biaya yang timbul juga lebih murah karena jaringan utama IP dapat digunakan untuk sambungan virtual berganda.

Karena menggunakan IP teknologi, suara dikonversikan menjadi bentuk paket-paket kecil data dan dikirim melalui jaringan utama IP yang merupakan cara yang lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional.

Teknologi ini pernah demikian menghebohkan dan menjadi isu nasional akibat ketakutan pihak-pihak tertentu bahwa kehadirannya akan mengancam operator telekomunikasi yang menyediakan SLJJ dan SLI.

Teknologi VoIP ini sekarang bahkan juga digunakan oleh operator seluler dan diintegrasikan menjadi salah satu backbone telekomunikasinya. Operator yang sudah mengantongi ijin, memiliki jaringannya sendiri, dan sudah pula mengoperasionalkan teknologi ini adalah XL. Hasilnya adalah layanan yang lebih murah. Bagaimanakah seluler dengan VoIP ini bekerja? Ilustrasi sederhananya adalah sebagai berikut:
• Kita berbicara melalui telepon
• Suara ditangkap sebagai bentuk suara analog
• Bentuk suara dikonversikan menjadi data (bit digital- satu dan nol)
• Data dialihkan melalui jaringan IP milik operator menggunakan TCP/IP protocol.
• Data dikirim kepada jaringan tempat yang dituju sebagai data (melalui jaringan IP)
• Akhirnya data dikonversikan lagi ke dalam bentuk suara yang dapat kita dengar.

Continue reading